Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Manfaatkan Daun dalam Proses Produksi, Shanum Ecoprint Diminati Pasar Perancis hingga Bupati Tegal

Siapa sangka? produknya tersebut banyak diminati, bahkan pengiriman sendiri sudah sampai Prancis dan diminati juga oleh Bupati Tegal Umi Azizah

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto dua pegawai di Shanum Ecoprint sedang menunjukkan beberapa produk unggulan yang tersedia, berlokasi di halaman depan Gedung Dadali Pemkab Tegal, Selasa (7/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sekarang ini tren fashion semakin berkembang dan bervariasi, bahkan tak jarang ada yang terkesan unik atau beda dari lainnya karena menggunakan bahan dasar (teknik) anti mainstream.

Di tangan Fica Ariyanti, ia berhasil menciptakan beberapa produk unik mulai dari pakaian, tas jinjing, tas ransel, sepatu, topi, jaket, syal, kaos, outer menggunakan bahan dasar kain yang dipadukan dengan daun atau lebih dikenal teknik Ecoprint.

Siapa sangka? produknya tersebut banyak diminati, bahkan pengiriman sendiri sudah sampai Prancis dan diminati juga oleh Bupati Tegal Umi Azizah.

Dijelaskan, latar belakang dari Fica sendiri memang bergelut di dunia Ecoprint bahkan ia menjadi ketua asosiasi ecoprint Jateng, sehingga tidak heran sejak 2018 lalu ia membuka bisnis bernama Shanum Ecoprint dan bertahan sampai sekarang bahkan semakin eksis.

Tidak sendiri, dalam proses produksi Fica dibantu oleh dua orang karyawan (dua pengrajin) dengan tugas masing-masing.

Ditemui saat sedang mengikuti pameran kewirausahaan pemuda di halaman Gedung Dadali Pemkab Tegal, owner diwakili pengrajin Shanum Ecoprint Inayah Wulandari mengungkapkan, jenis daun yang biasanya digunakan yaitu daun jati, daun lanang, daun lencana, daun kenikir, dan lain-lain.

Dari sekian banyak jenis daun yang digunakan, menurut Wulan yang paling menonjol yaitu daun jati, karena untuk daun satu ini jika ditempel pada kain apa saja warna tetap menyala.

"Harga yang kami tawarkan yaitu kisaran Rp 100 ribuan sampai jutaan per produk.

Contohnya untuk tas jinjing harga Rp 350 ribu, tas ransel Rp 450 ribu, topi Rp 125 ribu, sepatu Rp 500 ribu.

Pakaian harga kisaran Rp 155 ribu, jaket Rp 450 ribu, dan yang paling mahal Rp 1,7 jutaan karena bahannya dari kain sutra," jelas Wulan, pada Tribunjateng.com, Selasa (7/12/2021). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved