Berita Kabupaten Tegal
Manfaatkan Daun dalam Proses Produksi, Shanum Ecoprint Diminati Pasar Perancis hingga Bupati Tegal
Siapa sangka? produknya tersebut banyak diminati, bahkan pengiriman sendiri sudah sampai Prancis dan diminati juga oleh Bupati Tegal Umi Azizah
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Bupati Tegal Umi Azizah, juga termasuk yang minat dengan produk Ecoprint karya Fica dan pengrajin, bahkan sudah dua kali pesan yaitu mukenah sutra dan outer.
Proses produksi di Shanum Ecoprint:
Awalnya kain putih dibilas dengan air, kemudian dicampur dengan cairan tertentu, dan direndam kurang lebih selama satu malam.
Setelah selesai direndam, kemudian dibilas lagi, selanjutnya ada kain yang diberi tambahan cuka dan tidak, baru masuk proses bilas dan pencetakan.
Pencetakan sendiri yaitu menempelkan daun sampai terbentuk motif atau pola sesuai yang diinginkan, setelahnya baru kain digulung dan direbus selama dua jam.
Sudah menjadi kain bermotif, baru masuk ke tahap pembuatan apakah dibentuk jadi mukenah, tas, baju, outer, topi, dan lain-lain.
"Kesulitan terutama saat proses menggulung kain, karena tidak boleh ada lipatan sekecil apapun sehingga harus sangat teliti. Jika ada lipatan, maka berimbas pada hasil akhirnya nanti," pungkasnya. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Foto-dua-peggulan-yang-tersedia-7122021.jpg)