Berita Kendal
Jalan Penghubung Sidomakmur-Jatirejo Kendal Dibeton, Warga Antusias, Berharap Bisa Segera Digunakan
Penantian panjang puluhan tahun warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan akhirnya terbayar juga.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Penantian panjang puluhan tahun warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan akhirnya terbayar juga.
Akses jalan alternatif melewati hutan menuju Kota Kendal yang dinantikan sejak lama bakal tersambung dalam wujud beton pada pertengahan Desember ini.
Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah melakukan betonisasi sepanjang 4,8 kilometer yang menelan anggaran Rp 7,8 miliar.
Perbaikan jalan berlumpur penghubung Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan dengan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel menuju Kota Kendal ini untuk mendukung peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kawasan Sriwijaya Semarang Digadang Jadi Simpanglima Kedua
Baca juga: Polda Jateng Siap Gelar Operasi Lilin Candi 10 Hari Jelang Libur Natal
Baca juga: Tak Terima Mobilnya Diadang di Tengah Perjalanan, Nasabah Gugat BCA Finance Rp 1,25 Miliar
Di balik itu semua, ada perjuangan hebat warga Sidomakmur tanpa putus asa mengakses jalan berlumpur itu.
Masyarakat dewasa, remaja, bahkan anak-anak kerap kali terjatuh ketika hendak menuju wilayah Kendal bawah melalui jalan alternatif.
Untuk menghindari itu, sebagian warga yang cukup waktu memilih jalan memutar hingga 4 kali lipat melewati Kaliwungu agar bisa sampai ke Kota Kendal.
Seorang warga, Junaidi (60) menceritakan, sejak lahir ia hidup di sebuah desa serupa di tengah hutan.
Akses jalan yang belum memadai, membuat perekonomian warga Sidomakmur tidak berkembang.
Kata dia, warga harus bersusah payah menjangkau pasar-pasar di Kota Kendal dan sekitarnya untuk menjual hasil usaha.
Begitu pun anak-anak yang menempuh pendidikan di wilayah Kecamatan Kota Kendal, Gemuh, Pegandon, juga Ngampel.
"Dari saya lahir, jalan ini berupa tanah dan bebatuan. Kalau hujan jadi berlumpur, licin. Padahal ini jalan paling cepat kami menuju Kota Kendal," terangnya, Rabu (8/12/2021).
Junaidi adalah salah satu warga Sidomakmur yang berprofesi sebagai petani dan peternak ayan petelur.
Selama ini, ia mengaku kesulitan membawa telur dan hasil pertaniannya menuju Kendal bawah.
Utamanya saat musim hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-alternatif-penghubung-Desa-Sidomakmur-kendal-8-12.jpg)