Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Jalan Penghubung Sidomakmur-Jatirejo Kendal Dibeton, Warga Antusias, Berharap Bisa Segera Digunakan

Penantian panjang puluhan tahun warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan akhirnya terbayar juga.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pekerja sedang memperbaiki jembatan dan senderan jalan alternatif penghubung Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan dengan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Rabu (8/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Penantian panjang puluhan tahun warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan akhirnya terbayar juga.

Akses jalan alternatif melewati hutan menuju Kota Kendal yang dinantikan sejak lama bakal tersambung dalam wujud beton pada pertengahan Desember ini.

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah melakukan betonisasi sepanjang 4,8 kilometer yang menelan anggaran Rp 7,8 miliar.

Perbaikan jalan berlumpur penghubung Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan dengan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel menuju Kota Kendal ini untuk mendukung peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Kawasan Sriwijaya Semarang Digadang Jadi Simpanglima Kedua

Baca juga: Polda Jateng Siap Gelar Operasi Lilin Candi 10 Hari Jelang Libur Natal

Baca juga: Tak Terima Mobilnya Diadang di Tengah Perjalanan, Nasabah Gugat BCA Finance Rp 1,25 Miliar

Di balik itu semua, ada perjuangan hebat warga Sidomakmur tanpa putus asa mengakses jalan berlumpur itu.

Masyarakat dewasa, remaja, bahkan anak-anak kerap kali terjatuh ketika hendak menuju wilayah Kendal bawah melalui jalan alternatif.

Untuk menghindari itu, sebagian warga yang cukup waktu memilih jalan memutar hingga 4 kali lipat melewati Kaliwungu agar bisa sampai ke Kota Kendal.

Seorang warga, Junaidi (60) menceritakan, sejak lahir ia hidup di sebuah desa serupa di tengah hutan.

Akses jalan yang belum memadai, membuat perekonomian warga Sidomakmur tidak berkembang.

Kata dia, warga harus bersusah payah menjangkau pasar-pasar di Kota Kendal dan sekitarnya untuk menjual hasil usaha. 

Begitu pun anak-anak yang menempuh pendidikan di wilayah Kecamatan Kota Kendal, Gemuh, Pegandon, juga Ngampel.

"Dari saya lahir, jalan ini berupa tanah dan bebatuan. Kalau hujan jadi berlumpur, licin. Padahal ini jalan paling cepat kami menuju Kota Kendal," terangnya, Rabu (8/12/2021).

Junaidi adalah salah satu warga Sidomakmur yang berprofesi sebagai petani dan peternak ayan petelur.

Selama ini, ia mengaku kesulitan membawa telur dan hasil pertaniannya menuju Kendal bawah.

Utamanya saat musim hujan.

Sekali terpeleset, bisa merusak barang dagangannya hingga tidak laku jual.

"Ya selama ini kalau lewat jalan ini harus hati-hati. Kalau jatuh, sudah pulang kembali, gak jadi berangkat," kata dia.

Guna memperlancar mobilitas masyarakat, warga Sidomakmur membuat akses jalan setapak melewati perkebunan warga. 

Jalan tersebut digunakan warga untuk membawa hasil bumi menggunakan sepeda atau sepeda motor saat musim kemarau.

Termasuk akses anak-anak untuk menjangkau sekolah di wilayah Kendal bawah. 

"Kendalanya saat hujan, pilih gak berangkat, daripada jatuh-jatuh lagi. Kalau kepepet, terpaksa lewat jalan mutar lebih lama setengah jam, bahkan bisa lebih," katanya.

Dengan perbaikan jalan ini, Junaidi senang karena akses jalan alternatif bakal bisa dilalui dengan nyaman.

Warga tak perlu takut lagi jatuh melewati jalan tersebut saat musim hujan.  

"Ini pembangunan jalan yang dinantikan warga kami. Enggak hanya orangtua, anak-anak juga senang karena 50 persennya sekolah di wilayah bawah. Karena kalau berangkat, terus jatuh sampai baju kotor, pulang gak berangkat lagi," ungkap dia. 

Kepala Desa Sidomakmur, Bambang Sukaryono mengatakan, pembangunan jalan alternatif itu merupakan hadiah untuk warganya di pengujung 2021.

Kata dia, jalan tersebut bisa memangkas waktu perjalanan warga hingga 1 jam menuju Kota Kendal.

Pihaknya juga berkomitmen memasang lampu penerang jalan di 25 titik guna mempermudah perjalanan di malam hari.

Bambang berharap, selesainya pembangunan jalan ini bisa mendongkrak sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga setempat.

"Tentu yang kami rasakan adalah bangga karena jalan ini bisa terselesaikan di 2021. Kalau lewat jalan baru ini hanya 20-30 menit, kalau memutar lebih jauh," ujar dia.

Bambang menyebut, warga tidak sabar lagi untuk menjajal akses barunya itu.

Beberapa warga sering mengecek jalan sore hari bersama pasangan dan anak-anaknya. 

Pelaksana pekerjaan dari CV Sosrobahu Indo Perkasa, Aldila Bachtawar Z menerangkan, dari panjang 4,8 kilometer sudah terbeton 3,8 kilometer.

Menyisakan 1 kilometer jalan yang masih dikebut dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Suami Keluar Rumah, Istri Bawa Masuk Pak Kades, Digerebek Warga Jelang Tengah Malam

Baca juga: Polres Wonogiri Kerja Bakti Resik-resik Sisa Longsor pinggir jalan Dusun Janganti

"Kami terus upayakan pembangunan jalan ini rampung sebelum jatuh tempo 27 Desember nanti. Karena jalan ini sangat ditunggu warga, memangkas 4 kali lebih cepat daripada melalui Kaliwungu ke Kota Kendal. Kendalanya adalah cuaca hujan yang bisa memperlambat proses pekerjaan," tutur dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved