Minggu, 24 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI : Bebaskan Siswa Bercerita, Merdeka Belajar Masa Pandemi

BERCERITA itu penting dan menarik. Bisa menyampaikan nilai luhur kepada generasi berikutnya

Tayang:
PINTEREST
Ilustrasi Belajar Anak 

Melihat kenyaataan tersebut, sungguh tantangan yang berat dalam mengenalkan Legenda Blora kepada siswa. Saat refleksi pembelajaran, pertanyaan kembali terlontar pada siswa mengapa tidak tertarik pada Legenda Blora.

Dari jawaban yang ada diambil kesimpulan karena mengakses informasi tentang legenda sangat terbatas, kalau pun ada buku-buku tersebut tampilannya tidak menarik.

Dari hasil refleksi itulah, akhirnya bekerja sama dengan rekan guru Matematika Dewi Setyowati untuk membuat sebuah aplikasi berbasis android yang berisi Legenda Blora beserta permainan-permainan berdasarkan legenda-legenda tersebut. Aplikasi itu diberi nama THERA.

Adanya aplikasi THERA tersebut tentu sejalan dengan apa yang disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Iwan Syahril, saat memberikan sambutan pada Penganugerahan Guru Inspiratif di Jakarta pada tanggal 24 November 2021, “bahwa dalam gerakan merdeka belajar guru harus fokus pada tumbuh kembang siswa”.

Guru adalah jembatan agar siswa bisa berkembang dari tidak tahu menjadi tahu. Maka guru harus menjadi jembatan baik besar maupun kecil demi kemajuan generasi mendatang. Sesuai konsep merdeka belajar, guru harus melayani siswa dalam belajar. Maka Aplikasi THERA itu sebagai bentuk layanan yang berbeda pada proses pembelajaran untuk siswa.

Aplikasi THERA

Ada banyak tipe belajar siswa. Untuk siswa yang bertipe belajar audio visual, maka pembuat video pembelajaran tentang legenda Blora dibuat, dan di upload melalui youtube, kemudian dibagikan melalui grup whatsapp siswa. Untuk siswa bertipe pembelajar visual siswa bisa membaca legenda pada aplikasi THERA yang dilengkapi dengan gambar-gambar menarik.

Sedangkan untuk siswa yang bertipe kinestetik siswa bisa bermain di aplikasi THERA setelah menyelesaikan membaca legenda di aplikasi tersebut. Aplikasi ini berbasis android sehingga memudahkan siswa untuk mengaksesnya di mana pun dan kapan pun mereka mau.

Setelah siswa mendapatkan modelling yang cukup dari aplikasi dan video pembelajaran, siswa diharapkan bisa membuat karya legenda sendiri. Siswa diberi kebebasan dalam mengekspresikan karya. Siswa yang tertarik dengan gambar dan komik siswa diminta membuat komik digital.

Untuk siswa yang tertarik dengan storytelling, siswa diminta menceritakan legenda dalam Bahasa Inggris dan diunggah di youtube atau IGTV. Untuk siswa yang suka menulis, siswa disilakan membuat legenda di blog pribadi mereka. Dan siswa yang suka bernyanyi bisa membuat lagu untuk menceritakan legenda mereka.

Salurkan bakat

Guru membentuk kelompok sesuai bakat dan minat mereka. Guru peduli dan mendampingi siswa dalam proses pembuatan karya. Kepedulian itu diwujudkan dalam pemberian jam tambahan. Untuk siswa yang suka membuat komik, guru memberi tambahan jam pelajaran untuk menyampaikan materi tentang cara membuat komik digital dengan aplikasi Canva.

Bagi siswa yang suka storytelling, guru memberi tambahan pembelajaran tentang bagaimana teknik bercerita. Selain itu guru memberi kesempatan pada siswa untuk mengonsultasikan karyanya agar diberi umpan balik sebelum karya diunggah ke media sosial mereka.

Berdasarkan umpan balik tersebut siswa akan memperbaiki karya mereka sehingga layak untuk dipublikasikan.

Dengan diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri, ternyata hasil karya siswa luar biasa. Mereka dengan bangga mengunggah karya mereka di media sosial masing-masing. Saat refleksi di akhir pertemuan siswa menyatakan selain bangga karena mereka bisa menghasilkan karya, mereka juga bangga dengan budaya lokal legenda beserta nilai-nilai moralnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved