Dikeluhkan Petani, Jokowi Langsung Telepon Mendag soal Impor Bawang Putih
petani malas menanam bawang putih lantaran harganya kerap turun, akibat dipicu masuknya impor bawang putih pada saat panen.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menelepon Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi setelah mendapat keluhan dari para petani bawang di Temanggung, Selasa (14/12).
Keluhan itu terkait dengan kebijakan pemerintah yang kerap melakukan impor bawang putih di saat musim panen.
Keluhan itu diterima Presiden Jokowi saat berdialog dengan para petani, usai menanam bawang merah di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung.
Dialog Presiden dengan para petani itu dilakukan di sebuah saung dengan suasana santai dan penuh keakraban.
Kepada Presiden Jokowi, para petani mengaku lebih suka menanam bawang merah ketimbang bawang putih. Mereka malas menanam bawang putih lantaran harganya kerap turun, akibat dipicu masuknya impor bawang putih pada saat panen.
Setelah mendengar keluhan petani itu, Jokowi langsung menelepon Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
"Pak Menteri, ini saya dengan petani di Temanggung. Keluhan mereka semuanya sama, pada saat panen bawah putih itu impornya justru masuk, keluhannya selalu itu," kata Jokowi, saat menelepon Lutfi, Selasa (14/12).
Mendengar keluhan itu, Lutfi langsung merespons dan berjanji akan mengirim tim secepatnya ke Temanggung. "Saya akan kirim tim untuk mengecek Bapak," ucap Lutfi.
Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, rata-rata harga bawang putih di pasar tradisional pada Selasa (14/12), tercatat turun Rp 100 menjadi Rp 29.250/kg hari ini. Sementara rata-rata harga bawang putih di Jateng tercatat Rp 28.800/kg. Lalu, rata-rata harga di Jatim sebesar Rp 22.600/kg, Jabar Rp 28.100/kg, dan di DKI Jakarta menembus Rp 34.500/kg.
Terkait dengan produksi bawang merah, Jokowi juga menyatakan telah meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyiapkan penjamin pembelian atau penyalur (off taker) produksi bawang merah agar petani mendapat kepastian harga dan permintaan.
“Kammi harapkan nanti produktivitasnya bisa meningkat, dan juga yang paling penting disiapkan juga off taker yang membeli bawang merah yang telah kita tanam tadi, sehingga kepastian harga, kepastian yang membeli itu ada,” papar Jokowi.
Presiden menginginkan para petani bawang merah selalu diberi pendampingan oleh Kementan. Ia juga berpesan agar harga bawang merah tidak dipermainkan oleh para tengkulak yang bisa membuat petani merugi.
Adapun, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jateng pada Selasa (14/12).
Presiden juga mengunjungi food estate nasional di Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo. Di tempat itu, Ganjar mendampingi Jokowi menanam cabai, bawang putih, dan sejumlah bibit hortikultura lainnya.
Jokowi dan Ganjar juga berdialog dengan para petani yang ada di daerah itu. Banyak hal dibahas dalam pertemuan itu, termasuk soal bawang putih yang menjadi perhatian Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jokowi-tanam-bawang-putih.jpg)