Breaking News:

Berita Sukoharjo

Sakit Hati karena Proses Cerai, Pria di Sukoharjo Bakar Motor dan Lakukan Cobaan Pembunuhan

Polsek Grogol Sukoharjo ungkap kasus pencurian dan perusakan sebuah motor Honda Beat di Desa Gentan, Kecamatan Grogol.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat memberikan keterangan dan mewawancarai tersangka kasus pencurian dan dugaan cobaan pembunuhan di Mapolsek Grogol, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Polsek Grogol Sukoharjo ungkap kasus pencurian dan perusakan sebuah motor Honda Beat di Desa Gentan, Kecamatan Grogol.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan, selain kasus tersebut ada dugaan percobaan pembunuhan.

Wahyu menjelaskan, semula korban, Fitri (24) melapor ke Polsek Grogol karena kehilangan sepeda motor saat diparkir di Gedung Sejahtera Cemani.

Baca juga: DPRD Kota Semarang Minta Pembebasan Lahan di Tanah Musnah Tol Semarang-Demak Bisa Berpihak ke Warga

Baca juga: Bupati Hartopo Gembrobyos Masuk Gedung DPRD Kudus: aku sampai tidak kuat

"Setelah itu petugas melakukan serangkaian penyelidikan. Lalu, pada Rabu (8/12/2021) petugas mendapati motor ini ada di Desa Pandean, Grogol sudah dalam kondisi dibakar," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolsek Grogol, Selasa (14/12/2021).

Setelah dicek nomor rangka dan mesin, lanjut Wahyu, ternyata benar motor tersebut milik korban.

Ternyata pelaku pencurian tersebut, tidak lain merupakan suami dari korban, Totok (26), yang pada waktu masih dalam proses cerai.

"Tersangka atau pelaku juga melakukan percobaan pembunuhan dengan cara menaruh air yang sudah diisi apotas dimasukan tempat atau botol minum," jelasnya.

Selain memasukkan apotas ke dalam botol minum korban, teko yang berada di rumah pelapor. Bahkan korban sempat meminum, namun berhasil dikeluarkan dan selamat dari keracunan.

"Motifnya, tersangka sakit hati karena proses cerai tersebut," tuturnya.

Wahyu menjelaskan, bahkan sasaran racun tak hanya Fitri, juga ada orang dan anak korban yang masih berusia 2 tahun.

"Apotas itu ditaruh di tempat minum, teko, kendi. Sasaran satu keluarga dan anaknya masih berumur 2 tahun," jelasnya.

Baca juga: Warga Lihat Air Laut Surut Sekejap Seusai Gempa 7,4 M: habis itu naik lagi kaya terputar itu

Baca juga: Netizen Indonesia Murka Serbu Instagram AFF Suzuki Cup, Buntut Elkan Baggott Wajib Karantina: Mafia!

"Kasus dugaan percobaan pembunuhan masih kita lakukan penyidikan, kita masih menunggu hasil lab dari dinas terkait," tambahnya.

Sementara itu, tersangka Totok mengaku mengambil motor tersebut karena ada hasrat untuk memiliki.

"Saya membakar motor itu untuk menghilangkan. Saya sakit hati karena tidak boleh ketemu anaknya," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved