Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lawan Covid19

Jubir Covid-19: Meski Sudah Divaksin, Ada Potensi Reinfeksi Varian Omicron, tapi Tak Perlu Khawatir

Kasus positif varian Omicorn juga ada tanpa ada riwayat perjalanan ke luar negeri.

(SHUTTERSTOCK/natatravel)
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Covid-19 varian Omicorn telah menyebar dan menyita perhatian warga dunia.

Karakteristik varian tersebut memungkinkan munculnya gelombang Covid-19 di berbagai negara.


Disampaikan Badan Organisasi Dunia atau WHO, per tanggal 15 desember 2021 sudah ada 76 negara yang melaporkan temuan kasus varian Omicorn.

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Masuk Indonesia, Begini Kronologinya


Temuan tersebut ada yang terdeteksi pada para pelaku perjalanan dan ada juga yang terdeteksi di komunitas.

Artinya telah ada kemungkinan penularan di tingkat masyarakat. 

Namun kasus positif Omicorn juga ada tanpa ada riwayat perjalanan ke luar negeri.

Beberapa hasil studi telah dilaporkan kepada WHO terkait Omicorn ini.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebutkan fakta baru.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. (YouTube/Setpres)

Di Inggris ditemukan kecepatan penularan Omicorn tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan varian Delta. 

"Selain itu kasus reinfeksi dan juga kasus pada orang dengan riwayat vaksinasi juga ditemukan.

Sehingga menguatkan dugaan bahwa varian ini mampu menghindari sistem kekebalan tubuh manusia," ungkapnya pada kanal YouTube Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) -KPCPEN, Rabu (15/12/2021).

 
Kemudian Nadia melihat laporan studi sementara bahwa potensi vaksin juga ditekan oleh varian Omicorn.

Sehingga memungkinkan menginfeksi orang yang sudah divaksinasi.

Meski demikian, Nadia mengimbau masyarakat agar tidak panik atau khawatir.berlebihan.

"Walaupun demikian saat ini, vaksin masih terbukti mampu mencegah sakit berat dan kematian akibat Covid-19.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved