Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Mirip Istana Negara yang Megah, Wabup Tegal Ardie Resmikan Kantor Pemdes Pesayangan  

Wabup Tegal Sabilillah Ardie, meresmikan gedung Kantor Pemerintah Desa Pesayangan pasca direnovasi yang desain bangunannya mirip Istana Negara.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
Humas Pemkab Tegal
Tampilan wajah baru gedung Kantor Pemerintah Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, pasca direnovasi yang desain bangunannya dibuat mirip seperti Istana Negara. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, meresmikan gedung Kantor Pemerintah Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, pasca direnovasi yang desain bangunannya dibuat mirip seperti Istana Negara. 

Melalui sambutannya, Ardie mengatakan, tampilan desain kantor baru yang tampak megah tersebut harus bisa menambah semangat dan kenyamanan kepala desa juga perangkat desa nya dalam bekerja melayani warga. 

“Mudah-mudahan bisa jadi kebanggaan tersendiri memiliki kantor desa yang representative dan warga Pesayangan pun semakin puas dengan kenyamanan, kecepatan, dan kemudahan layanan yang diberikan pemerintah desanya," kata Ardie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (21/12/2021). 

Baca juga: Mulai Berdatangan di Lampung, Peserta Muktamar Ke-34 NU Asal Jateng Siap Ikuti Acara

Baca juga: Makan Malam untuk Atasi Mual Pada Ibu Hamil agar Tetap Sehat dan Janin Ternutrisi

Baca juga: Bobotsari sebagai Kota Dagang Purbalingga akan Dikembangkan, Identitas Agraris Tetap Dipertahankan

Lebih lanjut, Ardie menyampaikan jika fungsi pelayanan publik di era pemerintahan modern sangat penting dan bahkan menjadi sebuah ukuran keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa. 

Menurutnya, Pemdes dituntut mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya lewat fungsi pelayanan publik, termasuk dalam hal pengurusan administrasi desa. 

“Kepuasan warga akan terbangun dengan sendirinya jika pemerintah desanya mampu memberikan layanan terbaik," tegas Ardie. 

Mengingat hal tersebut, dirinya juga menyampaikan empat hal yang dapat memberikan kelancaran dalam pelayanan. 

Pertama, adalah transparansi atau tidak ada yang ditutup-tutupi. Hal ini dimisalkan, apabila masyarakat ingin melakukan pengurusan dokumen administrasi tertentu, maka persyaratannya harus jelas terpasang di kantor desa sehingga bisa dilihat siapa saja. 

Kedua, tidak ada praktik diskriminatif.

Menurutnya ini penting, karena sebagai pamong desa harus bisa melayani semua warganya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved