Breaking News:

Berita Bisnis

Energi Listrik Surplus, Peluang Besar Industri Baru Masuk Jawa Tengah

Produksi energi listrik di Jawa Tengah hingga November 2021 masih mengalami surplus. Sehingga, masih terbuka peluang besar bagi industri.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rival al manaf
Energi Listrik Surplus, Peluang Besar Industri Baru Masuk Jawa Tengah
Tribun Jateng/ M Zaenal Arifin
GM PLN Unit Induk Distribusi Jateng-DIY, M Irwansyah Putra, menyampaikan sambutan dalam acara Priority Customer Gathering PLN Unit Induk Distribusi Jateng-DIY, yang disiarkan live melalui media sosial Instagram, Selasa (21/12/2021).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Produksi energi listrik di Jawa Tengah hingga November 2021 masih mengalami surplus. Sehingga, masih terbuka peluang besar bagi industri untuk masuk ke Jawa Tengah.

Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar agar industri di Jawa Tengah terus tumbuh dan banyak investor atau industri baru yang masuk ke Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dalam acara Priority Customer Gathering PLN Unit Induk Distribusi Jateng-DIY, yang disiarkan live melalui media sosial Instagram, Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Innalillahi Wainnaillahi Rojiun Kiper Klub Liga 3 Taufik Ramsyah Meninggal Usai Benturan di Lapangan

Baca juga: Video Masa Sewa Habis, Pedagang Johar Semarang Tanyakan Kepastian Lokasi Jualan di MAJT

Baca juga: Ini Tiga Hadis tentang Kemuliaan Seorang Ibu

"Disampaikan bahkan daya mampunya sampai 10.000 Megawatt lebih dan kapasitas yang masih bisa didayagunakan 32 persen lebih. Artinya ada peluang besar bagi industri di Jawa tengah yang membutuhkan konsumsi listrik," kata Sujarwanto.

Ia memaparkan, dari data demand dan suplay ketenagalistrikan di Jawa Tengah sampai dengan November 2021, suplay listrik dari pembangkit sebesar 7.203 megawatt dan beban puncak mencapai 4.674 megawatt. Sehingga kondisi energi listrik di Jawa Tengah dalam kondisi surplus 2.529 megawatt.

Untuk menyeimbangkan kondisi suplay dan demand energi listrik di Jawa Tengah, maka perlu meningkatkan pemanfaatan di sektor industri tegangan tinggi khususnya sektor-sektor produksi seperti industri dan niaga.

"Peningkatan harus dilakukan, salah satunya dengan menggerakkan pemanfaat tenaga listrik di sektor industri yang hingga saat ini persentasenya mencapai 28,8 persen dari total konsumsi energi listrik Jawa Tengah," jelasnya.

Saat ini, katanya, indikator energi listrik per kapita di Jawa Tengah, masih di bawah indikator energi listrik nasional yang tercatat sebesar 1.109 kwh per kapita.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah konsumen pemanfaatan tenaga listrik industri selama 2021, meningkat 12.809 pemanfaat pada awal Januari, menjadi 14.105 pemanfaat di November 2021. Artinya, katanya, ada peningkatan 10,1 persen pelanggan selama periode tersebut.

"Kondisi itu juga menggambarkan bahwa ekonomi Jawa Tengah telah menggeliat di banding tahun lalu," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved