Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Pesawat Citilink Batal Terbang Gara-gara Ada Kades di Blora Buka Pintu Darurat

Sesuai dengan jadwal, pesawat tersebut terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Ngaloram, Cepu, Blora pada Senin (20/12/2021) pukul 09.

Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM
Pesawat Citilink saat mendarat di Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu Kabupaten Blora 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA -  Pesawat Citilink rute Jakarta - Blora terpaksa dibatalkan penerbangannya karena pintu darurat dibuka oleh calon penumpang.

Sesuai dengan jadwal, pesawat tersebut terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Ngaloram, Cepu, Blora pada Senin (20/12/2021) pukul 09.45 WIN.

Karena pintu darurat dibuka maka penerbangan tersebut ditunda selama dua jam.

Hingga akhirnya penerbangan dibatalkan karena ada masalah tekhnis.

Calon penumpang yang membuka pintu darurat pesawat adalah Kepala Desa Nglebak, Sudarto asal Blora, Tengah.

Dilansir dari Kompas.com, Sudarto bercerita ia baru pertama kali naik pesawat sehingga kebingungan saat menggunakan moda transportasi.

Menurutnya, para penumpang pesawat tersebut sebagian besar adalah rombongan kepala desa.

Sudarto bercerita kejadian tersebut berawal saat ia diminta pindah tempat duduk oleh pramugari.

Saat itu, ia tak sengaja membuka pintu darurat yang dianggapnya seperti pintu bus.

Seusai insiden tersebut, Sudarto mengaku siap tanggung jawab dan meminta maaf.

Termasuk kepada para calon penumpang yang sebagian besar adalah para kades di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Blora.

"Saya langsung SMS teman-teman, mohon maaf karena tidak jadi terbang andai kata saya ikhlas karena ini saya termasuk mengganggu tentang kenyamanan teman-teman kades, nanti saya siap andai kata bapak-bapak merasa saya kecewakan saya siap segala-galanya," ucap Sudarto saat dihubungi, Selasa (21/12/2021).

Namun menurut Sudarto, rekan-rekannya memaklumi kejadian tersebut karena Sudarti baru pertama kali naik pesawat.

Rekan-rekannya sesama kades juga tak mempermasalahkan gagalnya mereka pulang menggunakan pesawat terbang.

"Terus akhirnya muncul dari teman-teman semua 'enggak Mbah, pokoknya yang penting semua ini selamat, kebersamaan ini enak dan maksudnya pahit getirnya ya sama-sama dirasakan'," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved