Smart Women
Ira Aira Berinovasi Garap Beragam Kuliner Tradisional Berkonsep Kekinian
Bermula dari keinginan untuk dikenal orang dengan identitas yang lebih jelas membuat Hasti Irawati (53) terdorong melakukan berbagai upaya.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM - Bermula dari keinginan untuk dikenal orang dengan identitas yang lebih jelas membuat Hasti Irawati (53) terdorong melakukan berbagai upaya satu diantaranya melalui jalur bisnis.
Sebelum dikenal sebagai pemilik Aira Selera Indonesia, sebuah usaha yang lebih banyak bergerak pada bidang kuliner tradisional dirinya pernah mencoba membangun bisnis di bidang fashion.
Ira Aira, sapaan akrabnya mengatakan, pada dasarnya secara personal lebih banyak memiliki ketertarikan pada bidang fashion.
Namun kemudian, ia memilih fokus mengelola bisnis kuliner tradisional spesifik makanan olahan Selat Solo.
Bukan sekadar memenuhi ambisi individu akan identitas diri, dibalik itu dia ingin merawat warisan budaya Indonesia, khususnya kuliner tradisional ditengah gempuran makanan cepat saji.
Baca juga: Panitia Lokal Muktamar NU Kecewa Lokasi Pemilihan Ketum PBNU Dipindah: PP Darussaadah Layak
Baca juga: Viral Sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda Panen Hujatan Seusai Syuting di Pengungsian Erupsi Semeru
“Jika boleh jujur apa yang saya jalankan sekira lima tahun belakangan ini sebenarnya proses pergulatan mencari identitas diri. Saya pengin dikenal orang sebagai Ira yang mana, yang bagaimana. Lalu, jatuhlah pada usaha Selat Solo, itu yang saya cari selama ini,” paparnya
Ia menambahkan, usaha Selat Solo baginya selain ikhtiar menjaga kuliner nusantara agar tetap eksis juga upaya merawat warisan keluarga.
Sebab, sebelum memilih berjualan Selat Solo mulai dari resep sampai proses memasak dan penyajian dipelajari dari mertuanya lantas dikembangkan.
Sehingga, mau tidak mau dia musti berbuat bagaimana kelak usahanya bisa bertahan, bahkan diwariskan sampai ke anak dan cucunya.
Ira mengungkapkan, menjatuhkan pilihan dari menjalankan bisnis fashion ke kuliner tradisional awalnya diakuinya tidak mudah.
Tetapi, pada sisi lain dirinya juga merasa terpanggil untuk meneruskan usaha mertua karena apabila tidak ada penerus, dikhawatirkan makanan Selat Solo tidak dikenal generasi muda kemudian hilang.
“Sebenarnya awalnya kan resep mertua itu gimana bisa bertahan. Tapi, yang namanya orang baru mencoba bisnis meski banyak belajar ikut seminar, pelatihan hanya dulu saya ini belum fokus.
Kemudian saya gabung komunitas International Council for Small Business (ICSB) Kota Semarang jadi paham ketemulah dan yakin fokus usaha Selat Solo ini bisa jadi identitas saya. Meskipun dulu, sempat saya masih mikir-mikir selama tiga minggu untuk meninggalkan fashion. Tapi, dipikir-pikir fashion pemain sudah banyak, sebaliknya jika kuliner, tantangannya harus mencari yang unik dan akhirnya saya memilih Selat Solo,” terangnya
Perempuan asal Kota Semarang itu bercerita, persisnya memulai usaha Selat Solo sejak tahun 2017.
Dia pun kemudian secara perlahan melakukan sejumlah pembenahan dan inovasi terutama bahan baku sayuran dipastikan seluruhnya organik tanpa pestisida.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ira-Aira-23-12-1.jpg)