Breaking News:

Berita Banyumas

Ancaman Panglima Jenderal Andika Perkasa ke 3 Prajurit TNI Tabrak Sejoli Nagreg Dibuang di Banyumas

Tiga oknum TNI Angkatan Darat yang diduga terlibat dalam kasus tabrak lari dua sejoli di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Editor: galih permadi
istimewa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memarahi Kasrem Merauke Kolonel Arh Hamim Tohari. 

TRIBUNJATENG.COM - Tiga oknum TNI Angkatan Darat yang diduga terlibat dalam kasus tabrak lari dua sejoli di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan berujung kematian bakal diproses hukum.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa mengatakan Panglima TNI Andika Prakasa pun meminta ketiganya diberikan hukuman tambahan selain hukuman sesuai dengan ancaman pidana.

 Andika, kata Prantara, telah memerintahkan hal itu kepada penyidik TNI, TNI AD, serta Oditur Jenderal TNI.

"Hukuman tambahannya berupa pemecatan dari dinas militer kepada tiga oknum anggota TNI AD tersebut," kata Prantara seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/12/2021).

Adapun ketiga oknum anggota TNI AD itu, yakni Kolonel Inf P, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ad.

Prantara menyebut, saat ini mereka tengah menjalani proses hukum.

Ketiganya menjalani penyidikan di tempat yang berbeda.

Pertama, Kolonel Infanteri P anggota Korem Gorontalo, Kodam Merdeka, tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.

Kemudian Kopral Dua DA anggota Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro, dan Kopral Dua Ad anggota Kodim Demak, Kodam Diponegoro, ditangani Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang.

Prantara menyebutkan, ketiga oknum TNI AD itu melanggar UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, antara lain Pasal 310 dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan Pasal 312 dengan ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved