Breaking News:

Berita Kudus

Tanggal 1 dan 2 Januari 2022, Wisatawan yang Berkunjung ke Kudus akan Diputar Balik

Pemerintah Kabupaten Kudus akan kembali memberlakukan kebijakan putar balik bagi wisatawan luar daerah yang datang ke Kudus.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bus wisatawan di terminal wisata Bakalan Krapyak, Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus akan kembali memberlakukan kebijakan putar balik bagi wisatawan luar daerah yang datang ke Kudus.

Pemutarbalikan itu dilalukan untuk menghindari terjadinya kerumunan di objek wisata.

Kebijakan memutarbalikkan wisatawan yang datang dari luar daerah itu akan berlangsung pada 1 sampai 2 Januari 2022. Sebelumnya kebijakan serupa berlangsung pada 25 sampai 26 Desember 2021.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Catur Sulistyanto mengatakan, ada empat titik penjagaan di mana wisatawan yang datang menggunakan bus atau minibus harus putar balik. Empat titik tersebut yakni di Sempalan, Ngembalrejo, Tugu Dawe, dan Terminal Jetak.

Baca juga: Anggaran Persiku Kudus Tak Cair, Pemain Tunggu Terima Gaji, Bupati Hartopo Belum Tentukan Solusi

Baca juga: Alfeandra Dewangga, Mahasiswa USM Semarang Yang Mencuri Perhatian di Piala AFF

Baca juga: Ucapan Kata Sederhana, Manfaatnya Luar Biasa, Begini Cara Membiasakan untuk Anak dalam Keseharian

"Berkaca dari tanggal 25 dan 26 Desember kemarin, kami rasa sudah bagus. Walaupun beberapa bus dan elf ada yang kami putar balik. Akan kami terapkan lagi kebijakan putar balik ini pada tanggal 1 dan 2 Januari nanti," kata Catur.

Kebijakan memutar balik wisatawan yang datang dari luar daerah saat libur Natal dan tahun baru itu berdasarkan instruksi bupati Kudus.

Di dalam instruksi tersebut, kata Catur, tidak ada penyekatan, hanya ada pemutar balikan wisatawan yang datang dari luar daerah.

Kebijakan ini berangkat dari antisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19.

Sebab, saat momentum akhir tahun objek wisata biasanya dipadati oleh pengunjung.

Dengan begitu, tentu ketika terjadi klaster penularan akan sulit terlacak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved