Breaking News:

Berita Sragen

Jelang Akhir Tahun, Bupati Sragen Launching Tiga Inovasi Bappeda Litbang

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melaunching tiga inovasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Istimewa/Kominfo Sragen
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika melaunching tiga inovasi Bappeda Litbang Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melaunching tiga inovasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Sragen.

Ketiga inovasi tersebut diantarnya : Sragen Cluster Corner, Kedai Inovasi dan Si-Risma.

Ketiga inovasi itu dilaunching di halaman Bappeda Litbang, Selasa (28/12/2021) dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen, Suroto, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, jajaran asisten dan sejumlah Kepala OPD.

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Litbang Sragen, Ir. Zubaidi menjelaskan ketiga inovasi itu merupakan respon terhadap instruksi dan arahan Bupati terkait kebijakan "1 OPD minimal 1 Inovasi per tahun". Tidak tanggung-tanggung, Bappeda membentuk tiga inovasi tahun ini.

Baca juga: Pemkab Kendal Gelontorkan Rp 225 juta untuk 178 Atlet dan Pelatih Berprestasi

Baca juga: Tiga Pejabat Eselon Pemkab Blora Pensiun, Bupati: Kita Nyatakan Lulus dengan Sempurna

Baca juga: Puluhan Desa Wisata di Indonesia Siap Kembangkan Diri di Tahun 2022

Pertama, inovasi Sragen Cluster Corner (SCC) atau Pojok Klaster di Kantor Bappeda Litbang ini sebagai tempat untuk menampilkan produk unggulan klaster dan UMKM Sragen.

"Ini upaya membranding, mengenalkan dan memasarkan produk unggulan Sragen kepada tamu-tamu Kabupaten dan umumnya kepada masyarakat luas," jelas Zubaidi.

Kedua, Kedai Inovasi merupakan ruang untuk Konsultasi, Evaluasi, penDampingan, Akselerasi Implementasi inovasi dan diharapkan mampu mewujudkan Inovasi-inovasi daerah yang berkwalitas dengan tingkat kematangan yang tinggi sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Inovasi OPD di Kabupaten Sragen cukup banyak, tetapi belum semua disertai dokumen pendukung / dokumen inovasi yang lengkap sehingga belum tersedia dokumen inovasi yang merupakan dokumen legalitas untuk penilaian kematangan sebuah Inovasi," paparnya.

Sementara, inovasi ketiga yakni Si-Risma, yakni aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai penyedia data dan informasi terpadu dari semua inovasi yang ada, meliputi inovasi OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Sragen dan inovasi yang berasal dari masyarakat umum.

"Aplikasi SI-Risma juga merupakan kelengkapan dari Kedai Inovasi di mana sebelum diikutsertakan dalam Inovation Government Award dan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik/Sinovik, dapat lebih dahulu dimatangkan dengan Si-Risma ini," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved