Berita Jateng

Kabupaten Wonogiri, Semarang, dan Grobogan Jadi yang Tercepat Salurkan Dana Desa

Kabupaten Wonogiri, Semarang, dan Grobogan menjadi tiga daerah dengan penyerapan dana desa paling cepat di wilayah Jawa Tengah.

Editor: rival al manaf
IST
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Midden Sihombing. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kabupaten Wonogiri, Semarang, dan Grobogan menjadi tiga daerah dengan penyerapan dana desa paling cepat di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkann Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Midden Sihombing di Semarang, Kamis (30/12/2021).

Ia menjelaskan, pada tahun 2021, alokasi Dana Desa di Jateng sebesar Rp8.157 miliar, naik tipis 0,5 persen atau Rp 41 miliar dibanding tahun sebelumnya. 

Sampai dengan 28 Desember 2021, capaian Dana Desa tersalur sebesar Rp8.156 miliar atau 99,98 persen atau relatif sama dengan tahun sebelumnya.

Baca juga: Ganjar Ungkap Penyebab Kebakaran RSUP Kariadi Semarang

Baca juga: 18 Penyelundupan Narkoba ke Lapas di Jateng Digagalkan Sepanjang  2021

Baca juga: Dua Gol Irfan Bachdim Bawa Persis Solo Juara Liga 2 Kalahkan Rans Cilegon FC

Penyaluran Dana Desa tahun 2021 digunakan, antara lain, untuk keperluan non- BLT Dana Desa sebesar Rp 6.105 miliar atau 74,84 persen dan untuk BLT Desa sebesar Rp2.051 miliar atau 25,15 persen.
 
"Dana Desa di Jateng disalurkan melalui 14 KPPN selaku KPA penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa kepada 7.809 desa, yang terdapat pada 538 kecamatan di 29 Kabupaten," terang Midden Sihombing.

Secara nasional, pada kategori provinsi dengan jumlah desa yang banyak, Jateng menduduki peringkat pertama dalam penyaluran dana desa

Pada Oktober 2021, tiga kabupaten di Jateng telah menyalurkan 100 persen Dana Desa, yaitu Wonogiri, Semarang, dan Grobogan

Berdasarkan hasil monitoring pengelolaan Dana Desa yang dilakukan Kanwil DJPb Jateng, Midden menyatakan beberapa hal terungkap yang kemudian menjadi catatan yang perlu menjadi perhatian pemda, pemdes, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Dana Desa.
 
"Pertama, jumlah SDM bukan menjadi hambatan. Terbukti, di Grobogan, dengan jumlah SDM Dinas PMD yang terbatas, ternyata dapat menyelesaikan penyaluran Dana Desa hingga 100 persen pada Oktober 2021," bebernya.

Selain itu ia menyebut perlu komitmen bersama antara pihak pemda, kecamatan, dan desa dalam percepatan penyusunan APBDes.

Baca juga: 18 Penyelundupan Narkoba ke Lapas di Jateng Digagalkan Sepanjang  2021

Baca juga: Semangat Adhi Berdayakan Ratusan Petani Kentang Wonosobo, Dari Resah Jadi Berkah

Baca juga: Video Masuk Pekalongan, Kendaraan dan Rumah Pemudik Akan Ditempeli Stiker

"Ketiga, pengajuan penyaluran dana desa dari pemda ke KPPN tidak perlu menunggu semua desa siap salur." 

"Keempat, koordinasi yang baik antara DPMD, pemerintahan desa, dan tenaga pendamping menjadi kunci kecepatan pemanfaatan dana desa." bebernya.

 Meski demikian, walaupun jumlahnya sedikit tetap saja ada desa yang penyalurannya tidak tuntas 100 persen hingga 2021 berakhir.

"Ada di Pekalongan, Kudus, Batang, Blora dan Cilacap," tambahnya.

Beberapa permasalahan yang dihadapi desa-desa tersebut di antaranya adalah kepala desa terjerat urusan hukum, hingga permasalahan internal seperti tidak akuran antar perangkat desa. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved