Cerita Rakyat Putri Mandalika Asal Lombok
cerita rakyat Putri Mandalika asal Lombok.Diceritakan dahulu kapa ada seorang raja yang memimin sebuah kawasan yang tentram dan makmur.Raja terseb
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Cerita Rakyat Putri Mandalika Asal Lombok
TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat Putri Mandalika asal Lombok.
Diceritakan dahulu kapa ada seorang raja yang memimin sebuah kawasan yang tentram dan makmur.
Raja tersebut kemudian dikaruniai anak perempuan yang ia beri nama Mandalika.
Mandalika adalah seorang putri yang berparas cantik. Ia juga sangat baik kepada orang lain. Saat berbicara, dia selalu menggunakan bahasa yang sopan dan suka menolong.
Baca juga: Cerita Rakyat Bali Manik Angkeran Asal-usul Selat Bali
Baca juga: Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat
Baca juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih
Baca juga: Dongeng Kuma Kehilangan Ikan
Di hadapan orangtua dan rakyatnya, Putri Mandalika adalah sosok yang sempurna.
Nama Putri Mandalika tersohor.
Banyak pangeran dari negara lain yang ingin melamar dan menjadikan sang putri sebagai istri.
Sang raja pun menyerahkan keputusan kepada Mandalika untuk memilih pasangan hidupnya.
Sang putri kemudian bertapa untuk mencari petunjuk.
Usai bertapa, ia mengundang seluruh pangeran dan pemuda yang ingin melamarnya.
Mereka pun berkumpul di Pantai Seger yang kini dikenal dengan nama Pantai Kuta.
Mereka berkumpul pada tanggal 20 di bulan 10 pada penanggalan Sasak saat pagi buta, sebelum azan Shubuh berkumandang.
Saat matahari mulai terlihat di ufuk, Putri Mandalika didamping ratu dan raja dengan pengawal lengkap datang ke Pantai Seger untuk menemui para pangeran.
Mandalik menggunakan pakaian berbahan sutra dan terlihat sangat cantik.
Ditemani pengawal, Mandalikan mendaki Bukit Seger. Di atas bukit tersebut, Sang Putri berkata bahwa ia berencana untuk menerima semua lamaran.
Ia berkata melakukan hal tersebut untuk menjaga kedamaian pulau. Karena jika ia hanya menerima satu pinangan, maka akan terjadi perselisihan di antara mereka.
Mendengar pesan tersebut, para pangeran terheran-heran. Namun tiba-tiba Sang Putri menjatuhkan tubuhnya dari Bukit Seger ke dalam laut.
Ia pun hanyut ditelan ombak. Melihat hal tersebut, para pangeran langsung berusaha menyelamatkan Mandalika.
Namun tak ada satu pun yang menemukan tubuh Sang Putri. Namun secara perlahan muncul binatang-binatang kecil yang jumlahnya sangta banyak dari laut.
Binatang tersebut menyerupai cacing yang nereka sebut nyale. Masyarakat lokal percaya jika cacing Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika.
Pengorbanan Putri Mandalika amat dikenang oleh masyarakat Lombok.
Mereka menggelar upacara nyale sekitar Februari hingga Maret setiap tahun.
Seperti keinginan Sang Putri, Bau Nyale menyatukan seluruh warga Lombok.
Mereka berkumpul di wilayah Kuta, Pantai Seger, Pantai Kaliantan hingga Pantai Tabuan untuk mencari cacing nyale.
Banyak tidaknya nyale yang muncul setiap tahun, diyakini sebagai pertanda akan banyak tidaknya hasil panen para petani.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Cerita-Rakyat-Putri-Mandalika-Asal-Lombok.jpg)