Santri Kendal Ubah Sampah Jadi Hasilkan Uang

Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad Kendal mulai mengembangkan metode pengajaran baru berbasis lingkungan kepada para santrinya. 

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Santri Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad Kendal melukis ember untuk tempat sampah hias, Minggu (2/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad Kendal mulai mengembangkan metode pengajaran baru berbasis lingkungan kepada para santrinya. 


Santri-santri pondok pesantren Boarding School di Ngampel Kendal ini diajarkan bagaimana cara mengenal dan menjaga lingkungan agar tetap asri.


Di antaranya, mendaur ulang sampah jadi produk kerajinan, membuat pupuk kompos dari kotoran ternak, teknik ecobrick, hingga menyulap perca menjadi produk pakai.


Ketua Yayasan Pendidikan Amana Sabilurrasyad, dr Susmeiati mengatakan, beberapa santrinya kini sudah bisa mengolah limbah sampah menjadi produk yang bernilai jual tinggi.


Santrinya juga mulai terampil membuat pupuk kompos dari kotoran ternak kambing atau domba.


Termasuk menyulap limbah sampah plastik menjadi kerjainan-kerajinan yang unik.


Susmeiati mengungkapkan, melalui sampah, banyak ilmu yang bisa didapat para santri.


Sampah jadi sumber ilmu yang bisa digali dan dikembangkan di era yang serba modern, khususnya di lingkungan pondok pesantren.


Dengan sampah pula, santri bisa terus berkreasi, menciptakan produk yang inovatif, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sekitar.


"Pengembangan pembelajaran ini bisa membiasakan diri (santri) lebih menjaga lingkungan. Ini yang kami kembangkan agar santri Sabilurrasyad bisa tumbuh kepedulian terhadap lingkungan," terangnya, Minggu (2/1/2022).


Dalam rangka memajukan pendidikan di lingkungan pesantren, Susmeiati mengajak Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk mengembangkan Pondok Pesantren Hijau (Green Islamic Boarding School) sebagai cikal bakal di Jawa Tengah pada awal 2022.


Sekretaris Prodi Biologi, Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Walisongo, Rusmadi menerangkan, program Pondok Pesantren Hijau menjadi awal komitmen UIN dengan pondok pesantren dalam penanganan limbah domestik asrama, peternakan, dan limbah sekolah.


Dengan itu, seluruh civitas di Ponpes Sabilurrasyad dapat menerapkan sistem reduce, reuse, dan recycle limbah sampah yang ada untuk mendukung pendidikan karakter santri.


"Kerusakan lingkungan tiap hari semakin memprihatinkan. Termasuk dampak terjadinya perubahan iklim akibat pemanasan global. Nelayan, petani gagal panen, juga berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh manusia," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved