Berita Semarang

1 Keluarga di Semarang Terpapar Covid Saat Libur Natal, Dinkes Belum Pastikan Kenaikan Selama Nataru

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, ada empat orang dari satu keluarga yang terpapar

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan kondisi kasus Covid-19 di Kota Lunpia, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu keluarga di Kota Semarang terpapar Covid-19 saat momen libur Natal 2021 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menyampaikan, ada empat orang dari satu keluarga yang terpapar.

Mereka dari luar kota dan belum melakukan vaksinasi. Saat ini, tiga diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Kronologi 3 Warga Jember Terkena Semburan Bisa Ular Kobra Tepat di Mata, Begini Kondisi Mereka

Baca juga: Viral Pelajar SMA Cabut Nisan Kuburan untuk Panjat Tembok, Perekam Malah Tertawa

"Kalau Natal kemarin sempat ada kasus baru. Satu keluarga, ada empat orang, dari luar kota. Sekarang masih ada satu yang belum sembuh. Yang tiga kemarin sore sudah sembuh," papar Hakam, Selasa (4/1/2022).

Hakam mengatakan, dampak libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) belum dapat dilihat secara menyeluruh.

Pihaknya sedang berusaha mencari apakah Nataru berpengaruh terhadap kenaikan Covid-19 aktif di ibu kota Jawa Tengah atau sebaliknya.

Menurutnya, dampak Nataru bisa dilihat secara valid jika sudah melewati masa inkubasi selama 14 hari.

"Kalau pertengahan Januari nanti aman, Insya Allah tidak ada pengaruhnya. Sekali lagi, kalau kita ngomong Covid-19, maka inkubasi dua minggu. Kalau sekaramg disampaikan, belum bisa kami nilai secara cermat dan valid," terangnya.

Dia masih menunggu hingga dua pekan ke depan untuk mengetahui dampak libur Nataru.

Dia berharap, tidak ada temuan baru atau kenaikan kasus Covid-19.

Saat ini, Dinkes masih terus melakukan random sampling untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 pasca Nataru.

"Walau sudah divaksin, usia produktif tetap berpotensi menularkan karena mobilitas tinggi. Random sampling kami ambil dari usia produktif yang mobilitasnya tinggi," tambahnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved