Berita Sragen
Deg-degan Mau Ketemu Presiden Jokowi, Pedagang Gorengan di Pasar Gemolong Sragen Tidak Bisa Tidur
Akan bertemu Presiden RI, Joko Widodo, membuat Sukinem (46) Pedagang Kaki Lima (PKL) gorengan di kawasan Pasar Gemolong, Sragen tak bisa tidur
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Akan bertemu Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), membuat Sukinem (46) Pedagang Kaki Lima (PKL) gorengan di kawasan Pasar Gemolong, Sragen tidak bisa tidur.
Warga Dukuh Pendem, RT 9, Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong, Sragen itu mengaku grogi serta deg-degan ketika hendak bertemu Jokowi.
Jokowi sendiri telah hadir di kawasan Pasar Gemolong, Sragen untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para PKL di sekitaran Pasar Gemolong.
Sukinem bersama 124 PKL lainnya mendapatkan BLT masing-masing Rp 1,2 juta, serta paket sembako yang diberikan oleh Presiden Jokowi, Rabu (5/1/2022).
Baca juga: Tak Terima Keponakan Dibacok saat Tawuran, Pandu Cs Ajak Tukang Kebab Serang Kampung Kalibaru
Baca juga: Presiden Jokowi Dadakan Salurkan BLT Rp 1,2 Juta ke 120 PKL di Pasar Gemolong Sragen
"Agak deg-degan ini. Kita orang kecil mau ketemu bapak presiden, semalam sampai engga bisa tidur," kata Sukinem tersipu malu.
Sukinem sendiri sudah berjualan gorengan selama 23 tahun.
Sehari-hari dirinya menjajakkan gorengannya di depan Pasar Gemolong, Sragen pada sore hari.
Atas BLT yang diberikan, Sukinem mengucapkan banyak terima kasih.
Dia mengaku bantuan ini akan sangat meringankan beban bagi keluarganya.
Setelah Pandemi Covid-19, Sukinem mengaku penjualnya memang sepi, namun hanya saat awal-awal Pandemi.
Saat ini, pembeli gorengannya sudah mulai normal kembali.
Meskipun pembeli gorengannya kembali normal, Sukinem mengaku saat ini yang terberat adalah harga minyak goreng yang terus naik.
Untuk menutup laba, dirinya sampai menaikkan harga gorengnya.
Dimana sebelumnya dirinya menjual Rp 500 per biji. Saat ini dirinya harus menaikkan harga menjadi Rp 2.000 per tiga biji usai harga minyak goreng naik.
"Saya kemarin sebelum tahun baru masih jualan Rp 500 per biji, sekarang jadi naik Rp 2.000 dapat tiga biji karena harga minyak goreng terus naik," ungkap Sukinem.