Inspirasi

Kisah Inspiratif : Aron Biayai Kuliah dari Desain Logo dan Video Animasi

Punya keahlian desain logo dan video animasi tak disia-siakan oleh mahasiswa ini.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Amanda Rizqyana
Nuraroni, pemilik Nuraroni Studio bersama kawan-kawannya di studio miliknya Jalan Sekaran Raya Gang Imam Bonjol Nomor 12 Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Rabu (29/12/2021) siang. 

TRIBUNJATENG.COM -- Punya keahlian desain logo dan video animasi tak disia-siakan oleh mahasiswa ini.

Dia melayani berbagai pesanan dari luar negeri untuk membuat logo, video animasi, lencana, emotikan dan sebagainya dengan tarif dollar. Kini sudah punya beberapa karyawan. Tertarik mencoba?

Potensi mencari uang di dunia digital makin terbuka luas. Nuraroni (22) seorang mahasiswa di Kota Semarang jeli melihat peluang.

Kemampuannya membuat desain logo dan animasi video intro digunakan untuk mengeruk dollar. Saat awal mula usaha desain ini, Aron panggilan akrabnya, hanya menggunakan laptop pemberian orangtua untuk kuliah.

Kini usahanya terus berkembang dan mempekerjakan tujuh orang karyawan. Bahkan masing-masing orang mengantongi pendapatan di atas UMR Kota Semarang.

Usaha Aron bernama Nuraroni Studio berlokasi di Sekaran Raya Gang Imam Bonjol Nomor 12 Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Dia memulai usaha tahun 2019. Sudah dua tahun usahanya berjalan. Omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah.

Pemasukan tersebut untuk membayar gaji karyawan, membeli peralatan elektronik, bayar kontrakan sekaligus studio gambar berikut biaya langganan internet, dan sebagainya.

Keuntungannya bisa untuk bayar kuliah dan biaya hidup di Kota Semarang. Bahkan bisa menyisihkan dana untuk liburan bersama karyawannya.

Mahasiswa asal Bawen Kabupaten Semarang semula menggeluti sebagai freelancer (pekerja lepas) bidang desain grafis.

Platform bernama Fiverr tidak membebankan biaya untuk membuat akun, namun setiap transaksi dikenai potongan 20 %.

"Bisa dibilang saya tak mengeluarkan modal sama sekali. Pakai laptop pemberian orang tua yang biasa digunakan untuk mengerjakan tugas saja," ujar Aron ketika ditemui Tribun Jateng di studionya pada Rabu 29 Desember silam.

Kemudian Aron mulai melayani pembuatan desain logo. Masing-masing seharga $ 5 AS. Hingga kemudian terkumpul uang jutaan rupiah.

Uang itu digunakan untuk beli perangkat baru (alat kerja).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved