Breaking News:

Rektor Unika: Mahasiswa Magang Cuma Disuruh Bikin Kopi Dapat Apa?

Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto menyatakan MBKM merupakan ide bagus.

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Tangkapan layar Rektor terpilih Unika Soegijapranata, Ferdinandus Hindiarto saat wawancara dengan Tribun Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim membuat terobosan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di lingkup perguruan tinggi.

Dalam kebijakan Kampus Merdeka, Nadiem memegang landasan hukum yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Program ini bertujuan agar sistem belajar di perguruan tinggi menjadi lebih merdeka, fleksibel, dan mendukung keberagaman belajar.

Ada berbagai macam kegiatan pada program MBKM antara lain pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, mengajar di satuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, kuliah kerja nyata, dan sebagainya.

Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto menyatakan MBKM merupakan ide bagus.

Namun ia menyoroti perihal konversi SKS.

Pada dasarnya, kegiatan yang diambil mahasiswa dalam MBKM harus dinilai dan dilakukan konversi ke dalam SKS (satuan kredit semester) oleh pihak perguruan tinggi.

"Ide bagus tapi belum siap sudah digas. Semua kampus merasakan hal yang sama byak-yakan (tergesa-gesa). Sebut saja pada magang yang memperoleh 10 SKS, lah opo SKS e mbahmu (apa SKS milik nenek kamu)," kata Ferdi, panggilan akrabnya, Rabu (5/1/2022).

Ia mengakui pihaknya agak kencang terkait pemberiaan SKS sebagai konversi MBKM. Hal ini untuk memastikan apakah kompetensi mahasiswa terpenuhi atau tidak.

"Terus terang untuk konversi kami agak bingung. Jika dilakukan blong-blongan ngeri. Saya tidak mengatakan jelek. Contoh pada program magang, apakah perusahaan sudah berkomitmen untuk mendampingi mahasiswa untuk mencapai kompetensinya? Lah magang cuma disuruh bikin teh, kopi, fotocopy. Dapat apa?" tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved