Breaking News:

Berita Kudus

Syarat Sekolah di Kudus yang Gelar PTM, Harus Ada Satgas dan Siswa Sudah Divaksin Semua

Pemerintah Kabupaten Kudus mewanti-wanti setiap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara keseluruhan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SD 1 Jatikulon, Rabu (5/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus mewanti-wanti setiap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara keseluruhan.

Yang perlu diperhatikan setiap sekolah yakni harus ada Satgas Covid-19 dan setiap siswa telah divaksin.

"Setiap sekolah boleh buka harus ada Satgasnya. Kalau SD minimal dua orang. Kalau SMP tiga orang bisa lebih," ujar Bupati Kudus HM Hartopo di sela-sela tinjauan di SD 1 Jatikulon, Rabu (5/1/2022)

Baca juga: Perjuangan Sahidun Difabel Banjarnegara, Dulu Buruh Kupas Kelapa, Kini Pengepul dan Peternak Sapi

Baca juga: Pratama Arhan dan Dewangga Dilirik Klub Thailand, Apa Jawaban Bos PSIS Semarang Yoyok Sukawi?

Hartopo mengatakan, setiap Satgas Covid-19 di sekolah harus fokus mengontrol anak didik saat berada di lingkungan sekolah.

Hartopo menekankan, Satgas tidak boleh difungsikan untuk yang lain.

"Memang fokus monitoring anak didik. Kalau di kelas diserahkan guru kelas. Kalau baru masuk ini yang penting untuk anak-anak. Ini perlu dimonitor," kata dia.

Di SD 1 Jatikulon sendiri, ada guru yang merangkap sebagai Satgas Covid-19. Menurut Hartopo itu tidak efektif, namun berhubung keterbatasan personel di sekolah tersebut, akhirnya dimaklumi.

Selain Satgas, yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan PTM yakni setiap siswa harus sudah divaksin. 

"Kalau 100 persen dosis dua semua. Kondisi satgasnya betul-betul efektif. Kalau PTM harus izin ke kami. Kami ada tim ke sana kalau memang kita verifikasi memungkinkan monggo silakan," kata dia.

Sementara itu, Kepala SD 1 Jatikulon, Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya komitmen dalam menjalankan protokol kesehatan selama proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Untuk siswa, katanya, semuanya sudah divaksin kecuali yang tidak lolos kesehatan jelang disuntik vaksin.

Baca juga: Buntut Rapat Ricuh, Mahasiswa Semarang Minta Tolong Pelajar SMK Bacok Temannya: Iming-iming Rokok

Baca juga: Bacaan Sholawat Munjiyat Doa Menghadapi Kesulitan Dunia

"Siswa sudah vaksin semua. Yang belum yang screening tidak bisa ikut. Dari 194 siswa yang belum 40. Yang belum menyusul," kata dia. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved