Berita Regional
Klarifikasi Kejagung RI Soal Nilai 0 untuk Tes Psikotes CPNS Anak Tukang Sapu Asal Surabaya
Viral di media sosial, curhat peserta CPNS Kejaksaan RI meraih nilai nol dalam psikotest.
Apakah salah entri data atau memang nilainya nol.
Sementara yang bersangkutan memiliki data pembanding, dan termasuk sarjana dengan nilai IPK yang tinggi.
“Saya kira Kejaksaan Agung harus memberi penjelasan secara transparan atas hasil nilai psikotes dan tes kesehatan yang dijalani Ghufron.
Mengapa dia mendapat nilai nol dan apa saja indikatornya,” kata La Nyalla di sela-sela kunjungan kerja ke Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (5/1/2022).
Senator asal Jawa Timur itu menilai penjelasan Kejagung terhadap nilai yang didapat Ghufron amat penting agar tak timbul persepsi negatif dalam penerimaan calon jaksa.
Sebab, berita tersebut menjadi perbincangan masyarakat, khususnya di Surabaya.
"Saya kira penjelasan itu penting agar publik tak menduga bahwa ada cara-cara tak baik dalam penerimaan calon jaksa di tubuh Kejagung," katanya.
Apalagi, sebagai lembaga yang mewakili kepentingan publik dalam perkara pengadilan itu harus mengedepankan asas kepatutan dalam seleksi penerimaan calon jaksa.
"Kalau kita perhatikan dengan seksama kronologi yang disampaikan Ghufron, dia sudah melewati tahapan psikotes dan tes kesehatan dengan hasil yang baik.
Nah, apakah ada penilaian lain dari Kejagung sehingga ia mendapatkan nilai nol, mari kita tunggu penjelasannya," kata La Nyalla.
Sebagaimana diketahui, Ghufron mendapat nilai nol dalam tes psikotes dan tes kesehatan.
Akibatnya, ia dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Biro Kepegawaian Kejaksaan, Kamis (30/12/2021).
Ketika Ghufron menjalani tes kesehatan untuk SKB Kejaksaan di Rumah Sakit tingkat III Brawijaya, ia mengaku bahwa kondisinya baik tanpa catatan.
“Saya akhirnya melaukan tes pribadi sebagai pembanding.
Baik tes Kesehatan maupun psikotes. Hasilnya semuanya normal dan memenuhi syarat.