Breaking News:

Berita Banjarnegara

Wisatawan Berburu Bun Upas di Dieng yang Tak Biasanya, Ternyata tidak Muncul Lagi

Tak ayal, bun upas yang terjadi di musim penghujan tahun ini menyita perhatian publik, tak kecuali wisatawan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
Warga menunjukkan rerumputan yang diselimuti embun es di komplek Candi Dieng, Selasa (4/1/2022) 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Fenomena embun upas di komplek Candi Dieng, Selasa (5/1/2022) mengejutkan banyak pihak.  Tak ada yang menyangka, fenomena embun upas terjadi saat curah hujan di Kabupaten Banjarnegara masih tinggi.  

Padahal, pada umumnya, fenomena ini terjadi pada saat puncak kemarau (periode Juni-Juli-Agustus). 

Tak ayal, bun upas yang terjadi di musim penghujan tahun ini menyita perhatian publik, tak kecuali wisatawan. 

Karena peristiwa itu, ada harapan, mereka bisa menikmati fenomena langka itu, tanpa harus menunggu musim kemarau tiba. 

Nyatanya, keesokan harinya, alias hari ini, Rabu (5/1/2022) pagi, sejumlah wisatawan mendatangi komplek Candi Arjuna. Mereka berharap bisa kembali menjumpai fenomena alam yang ciamik itu. 

"Ada wisatawan yang datang jam 6 lebih, " kata Kepala UPTD Dieng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Sri Utami, Rabu (5/1/2022) 

Sayangnya, wisatawan harus gigit jari.  Embun upas tidak muncul hari ini. Pemandangan bak salju di komplek Candi belum bisa dijumpai.  Mereka yang penasaran dengan fenomena langka itu masih harus bersabar lagi. 

Memang, tanda alam yang menunjukkan akan datangnya embun upas tak terlihat sebelumnya. 

Setelah kemunculan bun upas kemarin, Selasa (4/1/2022), cuaca di Dieng memang sempat cerah. Tetapi malam harinya, cuaca di Dieng kurang mendukung. Bahkan, hujan mengguyur Dieng semalam. 

"Ini juga gerimis (Rabu Pukul 14.30 Wib), " katanya

Embun upas menjadi daya tarik lain bagi wisatawan, di luar indahnya destinasi wisata di Dieng. Banyak wisatawan berkunjung ke Dieng untuk berburu "salju". 

Sayang kemunculan bun upas sulit diprediksi. Hanya tanda-tandanya cukup dikenali. Mulai hawa sangat dingin di malam harinya, hingga suhu terus menurun sampai embun membeku yang terlihat pada dini hari hingga pagi.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved