Breaking News:

Berita Semarang

Kisah Siti Penyapu Jalanan Kota Semarang, Dicaci Atasan Hingga Dipecat Sepihak

Siti satu dari ratusan petugas kebersihan yang ada di Kota Semarang, yang terpaksa melepas pekerjaan karena mendapat perlakuan tak mengenakan

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Ilustrasi tukang sapu.(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebut saja Siti satu dari ratusan petugas kebersihan yang ada di Kota Semarang, yang terpaksa melepas pekerjaan karena mendapat perlakuan tak mengenakan dari atasannya.

Selain acap kali diumpat oleh sang atasan dengan kata-kata kotor saat bertugas, wanita yang sudah bekerja sebagai penyapu jalan hampir satu tahun itu terpaksa menganggur karena dipecat secara sepihak.

Siti dipecat secara sepihak hanya melalui pesan WhatsApp oleh atasannya tanpa tahu apa kesalahannya.

Siti pun bercerita banyak pada tribunjateng.com menyoal perlakuan tak mengenakan dari sang mandor serta pemecatannya.

Baca juga: Akhir Pekan, Objek Wisata Lokal Jadi Sasaran Patroli Polres Blora, Ini Targetnya

Baca juga: Pedagang Siomay Laporkan Pelanggan yang Ngutang ke Polisi, Total Tagihannya Tak Sedikit

Baca juga: Daftar Pemain Bintang Inter Milan yang Siap Dijual di Bursa Transfer Tengah Musim, Everton Berminat

“Saya penyapu jalanan yang dipekerjakan hampir satu tahun, dan dipecat melalui pesan WhatsApp oleh mandor tempat saya bekerja pada Januari 2022 lalu,” ucapnya, Sabtu (8/1/2022).

Bukan hanya pemecatan yang ia anggap janggal karena tak disertai peringatan tertulis, Siti juga mengaku atasannya sering mengeluarkan kata-kata kotor untuk mengumpat para penyapu jalan.

“Kata-kata kotor sering saya terima, pantaskah seorang atasan memperlakukan penyapu jalan seperti itu, yang selalu merendahkan kami dengan perlakuannya,” katanya.

Karena pemecatan secara sepihak, dan sering mendapat perlakuan tak mengenakan, Siti pun mencari keadilan dengan menghubungi DLH Kota Semarang.

“Kata satu di antara pejabat DLH, penyapu itu seperti kerja proyek, kalau dipecat tanpa ada surat apapun."

"Padahal ketika masuk pertama kali saya tanda tangan kontrak, namun dipecat tanpa ada keterangan apapun,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved