Berita Viral

Viral Oknum TNI Pukuli Seorang Remaja lalu Tantang Duel Seluruh Warga Desa, Lanjut ke Proses Hukum

Diketahui, insiden tersebut terjadi 1 Januari 2022 lalu, PL datang mengamuk sambil bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana loreng

Editor: muslimah
Tangkap layar via Kompas.com
Viral video oknum TNI pukul seorang remaja hingga menantang warga berduel, begini nasib TNI sekarang.  

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial video yang memperlihatkan oknum TNI memukuli seorang remaja dan menantang warga berduel.

Diketahui, insiden tersebut terjadi 1 Januari 2022 lalu, PL datang mengamuk sambil bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana loreng.

Ia datang membawa motor lalu menghampiri remaja dan memukulinya.

Baca juga: Dinda Kirana Bersama Naufal Samudra saat Ditangkap karena Narkoba, Bagaimana Nasibnya?

Baca juga: Bacaan Doa Agar Dipermudah dalam Menghadapi Kesulitan Arab, Latin Beserta Artinya

Setelah itu, oknum TNI tersebut langsung menantang duel seorang warga yang mencoba melerai aksi oknum TNI itu.

Tampak dalam video warga mencoba melerainya.

"Mari sudah katong (kita) dua, beta (saya) cuma dan satu saja, ose (kamu) mau berkelahi dengan beta?," kata PL dalam video dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/1/2022).

Oknum TNI tersebut malah mengaku tidak takut dengan seluruh warga yang ada di desa tersebut.

Selain itu, oknum TNI itu juga mengungkapkan, polisi tidak berhak untuk menangkap anggota TNI.

Setelah viral, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVI/Pattimura, Kolonel Arh Adi Chairul Fajar memberikan tanggapan.

Ia memastikan, kasus hukum oknum TNI tersebut telah ditangani oleh Sub Denpom TNI di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar.

"Saat ini proses hukum masih berjalan di Sub Denpom Saumlaki. Pelakunya sudah ditahan dan masih proses penyidikan," katanya kepada Kompas.com.

Kini proses hukum yang terus berjalan, pihak TNI juga mendamaikan antara PL dengan warga Desa Seira.

"Mediasi damai dengan unsur pimpinannya para komandan, warga setempat bersama korban sudah dilakukan biar tidak ada dendam tetapi proses hukum tetap lanjut," sambungnya.

Meski sudah terjadi perdamaian, Adi menyebut proses hukum tetap berlanjut.

"Mediasi damai dengan unsur pimpinannya para komandan, warga setempat bersama korban sudah dilakukan biar tidak ada dendam tetapi proses hukum tetap lanjut.

Itu sesuai arahan dari Pak Pangdam walaupun sudah didamaikan sudah mediasi sudah tidak ada dendam tetapi proses hukum tetap berlanjut.

Proses hukum tetap jalan, kita tidak akan menutup-nutupi kasus ini artinya siapa yang salah, siapa yang membuat pelanggaran akan ditindak tegas," tegasnya.

(TribunSolo.com)

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved