Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Book Lover

Lilis Jadi Lebih Suka Buku Setelah Baca Novel Arah Langkah, Banyak Diksi yang Baru Ia Kenali

Sebelum mengenal novel Arah Langkah karya Fiersa Besari, mengisi waktu luang dengan membaca buku bukanlah pilihan Lilis Setyowati (21).

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI PRIBADI
Lilis Setyowati, mahasiswi IAIN Salatiga 

TRIBUNJATENG.COM - Sebelum mengenal novel Arah Langkah karya Fiersa Besari, yang terbit pada 2018, mengisi waktu luang dengan membaca buku bukanlah pilihan Lilis Setyowati (21).

Dia mengaku, lebih banyak memanfaatkan waktu luangnya untuk mendengarkan orang berbicara atau bercerita tentang berbagai buku, ketimbang membaca secara langsung.

Lilis mengaku, kebiasaan membaca bukunya dapat dibilang masih pemula, belum sampai menjadi sebuah hobi dibanding teman-temannya yang jauh lebih intens.

Selama ini, dia tidak pernah pilih-pilih genre buku, walaupun cenderung lebih menyukai novel ketimbang genre lainnya.

Baca juga: Beredar Kabar di Grup WA, Ada Pasien Omicron di Rumdin Semarang, Dinkes: Masih Dicek

Baca juga: Dukung Estetika Kota Semarang, Dsitaru Minta Reklame Beralih dari Papan ke Model Videotron

“Pada dasarnya saya suka membaca semua buku apa pun,” kata Lilis kepada Tribunjateng.com.

Khusus untuk Fiersa Besari, Lilis mengaku, telah membaca hampir semua novel karya penulis yang juga pemusik tersebyr.

“Menurut saya, gaya bahasanya unik dan beda dari yang lain, bukunya lebih ringan kayak orang bercerita. Sebab, dasarnya buku itu kayak catatan perjalanan Fiersa keliling Indonesia,” katanya.

Menurutnya, sejak itu sampai sekarang ia pun menjadi menyukai membaca buku.

Selain novel Arah Langkah, Lilis juga membaca karya Fiersa Besari lainnya, Tapak Jejak (2019).

Dia menyebutkan, dari membaca buku karya Fiersa dia juga menjadi menemukan banyak diksi baru, yang sangat bermanfaat baginya sebagai aktivis pers mahasiswa.

“Dengan tata bahasa yang memikat pembaca plus dibumbui kalimat-kalimat mendayu, novel Fiersa memiliki kelebihan dibandingkan buku-buku lain yang terkesan begitu berat,” katanya.

Baca juga: Seorang Janda Dirudapaksa hingga 4 Kali oleh 2 Satpam Perusahaan Sawit, Tangan Diborgol

Baca juga: Dukung Estetika Kota Semarang, Dsitaru Minta Reklame Beralih dari Papan ke Model Videotron

Untuk saat ini, Lilis mengaku, buku-buku yang dibacanya relatif lebih beragam dan bergantung pada kebutuhan, termasuk menyangkut perkuliahan.

“Tapi yang penting saya menjadi tahu bahwa membaca buku itu memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan pikiran orang.

Maka, sekarang saya pun selalu berupaya untuk membaca buku setiap hari pada waktu-waktu tertentu.

Tapi, saya tidak pernah menargetkan harus selesai berapa lembar bacaan karena jika begitu saya merasa terdesak dan tidak enjoy dalam membacanya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved