Breaking News:

Berita Bisnis

Perlu Siasati Harga Komponen Kendaraan Listrik Mahal, Gaikindo: Harus Bisa Diproduksi di Indonesia

Gaikindo melihat adanya peluang yang cukup bagus pada implementasi ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Editor: moh anhar
IST
Proyeksi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang masih terlampau tinggi akan menjadi kendala dalam pemasarannya di Indonesia.

Meski demikian, bukan berarti hal tersebut menutup peluang untuk berkembangnya pasar kendaraan listrik ini.   

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis, adanya peluang yang cukup bagus pada implementasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: Dear Nathan Thank You Salma Tayang Mulai 13 Januari 2022, Hadirkan Isu Orang Ketiga

Baca juga: PKS Kota Semarang Himpun Masukan dan Saran dari Para Tokoh

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto berujar, dengan peluang yang bagus itu, dia berharap kehadiran kendaraan battery electric vehicle (BEV) bisa menjangkau daya beli masyarakat di Indonesia

“Seperti di ketahui, kendala utama adalah harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal. Karena terlihat daya beli masyarakat Indonesia masih di mobil-mobil dengan harga Rp 250 juta ke bawah, sedangkan mobil-mobil EV yang paling murah masih diatas Rp 600 juta,” ujar dia seperti dikutip Kontan.co.id, Minggu (9/1).

Di tambah lagi, baterai pada kendaraan listrik juga merupakan salah satu bahan baku utama komponen termahal dari kendaraan listrik.

Untuk itu, Gaikindo berharap, nantinya komponen-komponen BEV dapat diproduksi di dalam negeri.

Adapun para produsen baterai kendaraan listrik tanah air diharapkan bisa bekerjasama dengan para agen pemegang merek (APM) tanah air.

Seperti misalnya untuk kebutuhan men-supply baterai mobil listrik tersebut.

Baca juga: Beri Kontribusi Program Positif, Hendi Dukung Eksistensi GP Ansor di Kota Semarang

Baca juga: Tingkatkan Mutu PAUD, Dindik Pekalongan Gagas Program Dolan PAUD

“Sehingga harga produksi baterai bisa ditekan dan di disisi lain diharapkan agar pendapatan per kapita masyarakat Indonesia bisa meningkat pesat,” ujarnya.

Sehingga ketika nantinya Indonesia sudah bisa memproduksi baterai mobil listrik sendiri, Gaikindo berharap harga jual kendaraan listrik dapat dipatok lebih murah sesuai daya beli masyarakat di Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Tekan Harga, Gaikindo Ingin Bahan Baku Kendaraan Listrik Bisa Diproduksi di Indonesia"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved