Breaking News:

Berita Semarang

Wisata Kuliner di Semarang, Sate Ayam Kuntilanak Pak Rony, Teriakannya Antimainstream

Suara pedagang sate yang umumnya ikonik dengan suara lonceng kecil atau suara teriakan, "Tesateeeeee!!!", menjadi berbeda di tangan Rony.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara pedagang sate yang umumnya ikonik dengan suara lonceng kecil atau suara teriakan, "Tesateeeeee!!!", menjadi berbeda di tangan Rony.

Pedagang sate asal Bangkalan Madura ini menciptakan suara jualan sate yang samar-samar terdengar seperti teriakan kikik perempuan yang dikonotasikan sebagai suara kuntilanak.

Ia mengaku membuat sendiri suara tersebut bersama dengan perempuan.

Alasannya membuat suara tersebut karena pernah mendapatkan orderan dari rumah kosong.

"Terinspirasi dari dua kali dapat orderan sate dari perempuan bersuara merdu arahnya dari rumah kosong waktu masih dorong gerobak dan jualan di depan Akpol (Akademi Kepolisian, red)," urainya pada Tribun Jateng, Sabtu (8/1/2022) malam.

Pria yang sudah sejak 2014 berjualan di depan Patung Kuda Jalan Imam Barjo Pleburan Kota Semarang mendapat julukan sebagai pedagang sate ayam setan karena suara pemanggil satenya.

Suara itu diakui sempat membuat para pengguna jalan bingung dan penasaran, namun juga menjadi ladang rejeki untuknya.

Pasalnya ia bisa menjajakan sate 1.300 tusuk setiap hari mulai pukul 19.00-02.00.

"Harga seporsi sate ayam dibanderol Rp 21.000 yang terdiri atas 10 tusuk sate dan sepotong lontong, cuma jualan sate ayam aja," tambahnya.

Rony mengaku sebelum berjualan di Jalan Imam Barjo, ia sudah 30 tahun berjualan di Akpol Jalan Sultan Kota Semarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved