Liputan Khusus
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) : Lulusan Pondok Pesantren dapat Ambil Jurusan IPA
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mochamad Ashari menjelaskan seleksi akan dibagi menjadi 3 jalur;
TRIBUNJATENG.COM -- Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mochamad Ashari menjelaskan seleksi akan dibagi menjadi 3 jalur;
Jalur SNMPTN dengan kuota 20 persen,
Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 40 persen
Jalur Mandiri 30 persen.
SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan oleh PTN dengan biaya subsidi penuh pemerintah.
Untuk SNMPTN sudah bisa dimulai oleh sekolah dengan mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) melalui laman portal.ltmpt.ac.id.
Registrasi Akun LTMPT bagi Sekolah dimulai pada 04 Januari 2022; sedangkan Registrasi Akun LTMPT bagi Siswa dimulai pada 10 Januari 2022 (hari ini).
Batas akhir registrasi akun bagi sekolah dan siswa adalah sama yaitu 15 Februari 2022.
"Hari ini dimulai penerimaan mahasiswa baru 2022 karena hari ini dimulai PDSS oleh sekolah. Jadi, tanggal 4-15 Januari, kami persilahkan sekolah untuk membuka akun dan mengisi PDSS," kata Ashari, Selasa (4/1).
Penetapan siswa yang memenuhi syarat 4 Januari hingga 8 Februari. Pendaftaran SNMPTN pada 14 - 28 Februari, dan pengumuman hasil SNMPTN tanggal 29 Maret.
Jalur tersebut diikuti oleh SMA, MA, dan SMK kelas 12 yang memiliki prestasi unggul. Biaya SNMPTN adalah Rp 0 alias gratis karena semua ditanggung oleh negara. Untuk informasi selanjutnya bisa buka laman https://pdss.ltmpt.ac.id. untuk mengisi PDSS.
Terdapat 125 perguruan tinggi negeri yang menerima mahasiswa melalui jalur SNMPTN. Yaitu terdiri dari 75 universitas dan institut, 39 politeknik, dan 11 perguran tinggi keagamaan Islam.
Madrasah boleh
Ashari yang juga Rektor ITS mengatakan, calon mahasiswa lulusan pondok pesantren tetap dapat mengambil jurusan IPA pada SNMPTN 2022.
"Soal siswa pesantren tidak boleh mendaftar IPA atau eksakta, tidak ada itu (boleh mendaftar)," kata Mochamad Ashari di Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa (4/1).