Breaking News:

Berita Sragen

Pemkab Sragen Sudah Lakukan Zero Survei Antibodi Masyarakat Terhadap Covid-19

Pemkab Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melakukan zero survei atau mengukur tingkat antibodi kekebalan masyarakat terhadap Covid-19.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) melakukan zero survei atau mengukur tingkat antibodi kekebalan masyarakat terhadap Covid-19.

Dari target 2.000 orang, DKK Sragen telah melakukan zero survei kepada 1.600 orang.

Sementara 640 hasilnya ialah 42 orang antibodinya dibawah 50 persen.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan hasil tersebut menunjukkan antibodi yang sudah ada tidak mampu melawan Virus Corona.

Baca juga: 2022, PDAM Sendang Kamulyan Batang Targetkan 4 Ribu Sambungan Baru

Baca juga: Dear Nathan Thank You Salma Tayang di Bioskop, Ini Cerita Para Pemain

"Sragen sudah melakukan zero survei yaitu ada 2.000 yang kita zero survei, tapi baru jadi sekitar 1.600. Dari 1.600 orang ada 640-an yang hasilnya sudah keluar, ternyata 42 orang itu antibodinya di bawah 50 %."

"Berarti antibodi yang ada sudah tidak mampu untuk melawan apabila ada Virus Corona terlebih varian omicron," terang Bupati Yuni.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, masyarakat yang mengikuti zero survei sudah melakukan vaksinasi tahap pertama.

Yakni delapan hingga 10 bulan lalu.

Yuni mengartikan bahwa antibodi mereka sudah turun. Selain itu hasil lainnya juga menunjukkan ada satu orang yang memang belum divaksin Covid-19.

Dengan demikian, Yuni beranggapan masyarakat yang telah divaksin hampir satu tahun lalu akan terlebih dahulu menerima vaksin booster Covid-19.

"Untuk itu makanya saya memilah, jadi bisa dilihat nih yang sudah dilakukan vaksin sekitar 10 bulan yang lalu sampai dengan 1 tahun itu yang kita dahulukan untuk booster," lanjut Yuni.

Baca juga: Bupati Jepara Dian Kristiandi  Usulkan Ratu Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional

Baca juga: Zakat Center Diresmikan, Lazismu Purbalingga Targetkan Himpun Zis Hingga Rp 5,1 Miliar

Pelaksanaan vaksinasi booster, dikatakan Yuni akan berdasarkan skala prioritas dari data yang diperoleh. Yuni memastikan masyarakat yang melakukan vaksin 10-12 bulan lalu terdata dengan baik.

"Kita lihat saja dulu waktu vaksinasi tahap awal siapa? Ada ASN, perangkat desa, TNI-Polri nanti kita dahulukan. Misalnya ada warga masyarakat protes kan kita punya data," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved