Breaking News:

Fokus

Fokus : Game Online, Tanggung Jawab Siapa?

MIRIS, ketika kembali teringat peristiwa di Desa Wanaraja, Desa Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (10/1).

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Deni Setiawan Wartawan Tribun Jateng 

oleh Deni Setiawan

Wartawan Tribun Jateng

MIRIS, ketika kembali teringat peristiwa di Desa Wanaraja, Desa Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (10/1). Seorang bocah 9 tahun menjadi korban pembunuhan oleh kakak sepupunya.

Menyimak penyebabnya, sepintas terkesan sepele. Hanya karena ingin memiliki handphone, remaja 18 tahun itu membunuh adiknya.


Usut punya usut, bukan lantaran handphone hendak dijual untuk mendapatkan uang.

Remaja bernama WH itu hanya karena ingin bisa kembali bermain game online Free Fare. Sebab, handphone miliknya rusak dan belum mampu membeli yang baru.


Mungkin itu bukanlah hal baru, dimana tak sedikit anak telah kecanduan game online.

Terlebih di masa pandemi yang sudah berjalan lebih dari dua tahun ini. Kejenuhan anak belajar di rumah, dilampiaskan dengan game online.

Bahkan, dapat dikata kondisi tersebut lebih parah. Bila awal anak merengek meminta ponsel bagus untuk mendukung proses belajar online dari rumah, kini beban orangtua ditambah dengan pemenuhan kouta internet.

Yang bila ditelusuri secara cermat, tak semata-mata memenuhi kebutuhan anak belajar, kouta tersebut juga untuk memuaskan mereka berselancar dengan dunia maya, seperti game online.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved