Fokus
Fokus : Game Online, Tanggung Jawab Siapa?
MIRIS, ketika kembali teringat peristiwa di Desa Wanaraja, Desa Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara pada Senin (10/1).
Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
Dilematis, ketika hendak menjawab banyak pertanyaan itu. Yang bertanggungjawab tak sebatas orangtua si anak, semestinya juga pemerintah serta si pemilik game online.
Menkominfo, Johnny G Plate mengatakan Indonesia saat ini merupakan satu pasar terbesar di industri game.Ada sekira 43 persen dimana Indonesia telah menjadi rumah bagi para pemain game di zona Asia Tenggara yang jumlahnya kira-kira 274,5 juta.
Adapun potensi ekonomi dari industri game di Indonesia juga mencapai lebih dari 2,08 miliar dollar. Sementara dari angka tersebut, game lokal baru menguasai 0,4 persen dari pasar game yang ada di Indonesia.
Kini, tinggal bagaimana pemerintah hadir ikut serta membantu para orangtua yang makin bimbang menghadapi anak-anaknya lebih senang bermain game online, berhadapan dengan dunia maya ketimbang dengan rekan sebayanya secara langsung.
Meskipun belum teruji efektif, pemerintah perlu kiranya meniru cara Pemerintah China. Dimana mereka membatasi anak-anak bermain game online hanya 3 jam dalam seminggu. Teknisnya sulit, tapi pemerintah tentu punya formulanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/deni-setiawan-wartawan-tribun-jateng.jpg)