Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Catatan Raffles Soal Letusan Tambora: Tiga Bola Api Raksasa dan Putri Raja yang Mati Kelaparan

Pohon-pohon besar tercerabut lalu diterbangkan bersama dengan kumpulan manusia, ternak, dan dan benda-benda lain dalam pusaran angin topan

Tayang:
Bobo. Grid. Id
Sejarah Letusan Gunung Tambora 1815, Dentumannya Terdengar Sampai di Sumatera dan Jawa 

Pohon-pohon besar tercabut dari akarnya.

Pohon-pohon besar itu lalu diterbangkan bersama dengan kumpulan manusia, ternak, dan dan benda-benda lain dalam pusaran angin topan.

Bencana itu sangat dahsyat.

Tiga hari setelahnya, mayat-mayat masih bergelimpangan di tepi jalan.

Beberapa perkampungan tersapu bersih, rumah-rumah hancur.

Bahkan, salah satu Raja Sangir mati kelaparan.

"Mengerikan untuk dikisahkan," demikian laporan Letnan Owen Philips dari Bima pada Raffles.

Letusan Tambora juga menelan puluhan ribu korban jiwa.

Berdasarkan catatan serupa, di Tomboro dan Pekate berpenduduk sekitar 12 ribu jiwa.

Namun setelah letusan, hanya 6-7 orang saja yang selamat.

Berikut adalah isi laporan yang dibuat Letnan Owen Philips dari Bima di Pulau Sumbawa dalam The History of Java:

“Dalam perjalanan ke sebelah barat pulau ini, saya melewati seluruh wilayah Dompo dan sebagian Bima.

Bencana terbesar yang dialami penduduk sangat mengerikan untuk dikisahkan.

Mayat-mayat masih bergelimpangan di tepi jalan, dan di beberapa tempat perkampungan tersapu bersih, rumah-rumah hancur, penduduk yang masih hidup menderita kelaparan.

Raja Sangir telah menunggu saya di Dompo pada hari ketiga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved