Catatan Raffles Soal Letusan Tambora: Tiga Bola Api Raksasa dan Putri Raja yang Mati Kelaparan
Pohon-pohon besar tercerabut lalu diterbangkan bersama dengan kumpulan manusia, ternak, dan dan benda-benda lain dalam pusaran angin topan
Penulis: galih pujo asmoro | Editor: galih pujo asmoro
Menurutnya, jumlah kerusakan terbesar ada di Dompo.
Bencana itu begitu hebat hingga salah satu putrinya mati kelaparan.
Saya menyerahkan tiga karung beras yang diterimanya dengan penuh rasa terima kasih.
Karena raja menjadi saksi peristiwa tersebut, maka berikut ini adalah keterangan yang diberikannya:
Sekitar pukul 7 malam tanggal 10 April, terlihat 3 bola api besar keluar dari Gunung Tomboro (tampaknya berasal dari dasar kawah) dan kemudian ketiga bola api itu bergabung di udara dalam satu ledakan dahsyat.
Dalam waktu singkat, seluruh gunung dekat Sangir tampak seperti bola api raksasa yang meledak ke segala arah.
Ledakan bola api tersebut sangat dahsyat, sampai menimbulkan kegelapan yang diakibatkan berjatuhannya isi gunung yang terjadi pada pukul 8 malam.
Hujan batu lebat terjadi di Sangir, beberapa di antaranya sebesar dua kepala tangan, tapi rata-rata sebesar kerikil.
Antara pukul 9-10 malam, hujan abu mulai turun diiringi angin kencang, yang merobohkan hampir tiap desa di Sangir, dan menerbangkan atap-atap rumah.
Di daerah Sangir yang bebatasan langsung dengan Tomboro, kerusakannya lebih parah.
Pohon-pohon besar tercabut dari akarnya dan tebang di udara bersama dengan kumpulan manusia, ternak, dan dan benda-benda lain dalam pusaran angin topan (terbukti dengan adanya batang-batang kayu terapung di laut).
Gelombang laut setinggi lebih dari 12 kaki menyapu bersih dataran Sangir yang kecil, menyapu setiap rumah dan apa saja yang dijangkau.
Angin topan berlangsung selama 1 jam.
Tidak terdengar suara letusan selama terjadi angin topan, sampai jam 11 pagi.
Mulai tengah malam hingga sore tanggal 11, bencana terus berlangsung, kemudian semuanya mulai mereda, dan ledakan masih terdengar sesekali, tapi ledakan tidak berhenti sama sekali sampai tanggal 15 Juli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejarah-letusan-gunung-tambora-1815-dentumannya-terdengar-sampai-di-sumatera-dan-jawa.jpg)