Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Meski Suka Makan Hewan Lain, Ini Alasan Singa Jadi Raja Hutan yang Bijaksana

mengapa singa termasuk hewan yang bijaksana dalam memangsa?Bukan sembarang hewan, singa kerap memangsa hewan yang lemah, cacat ataupun sedang sakit.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Meski Suka Makan Hewan Lain, Ini Alasan Singa Jadi Raja Hutan yang Bijaksana 

Meski Suka Makan Hewan Lain, Ini Alasan Singa Jadi Raja Hutan yang Bijaksana

TRIBUNJATENG.COM - Singa merupakan karnivora yang menempati posisi rantai makanan tertinggi.

Reputasinya di hutan adalah sebagai raja.

Mereka sulit dikalahkan oleh binatang lainnya.

Namun tahukah kamu mengapa singa termasuk hewan yang bijaksana dalam memangsa?

Bukan sembarang hewan, singa kerap memangsa hewan yang lemah, cacat ataupun sedang sakit.

Dilansir dari awsfzo.com singa jarang memilih hewan secara acak.

Karena pilihan makanannya tersebut, singa dapat menyelamatkan gen mangsanya dari gen lemah, cacat ataupun berpenyakit.

Baca juga: Ini Alasan Singa Jadi Raja Hutan Meski Harimau Lebih Kuat

Baca juga: 5 Pria Thailand Menyerahkan Diri ke Polisi Setelah Jadi Buron karena Tembak dan Panggang 2 Harimau

Baca juga: Singa Dikenal Sebagai Raja Hutan, Kekuatan Gigitannya Masih Kalah dari 9 Binatang Ini

Baca juga: Kecepatan Lari Buaya Sama dengan Manusia di Daratan, Tapi Ada Kelemahannya

Singa berbeda dengan harimau, citah, jaguar atau predator lainnya yang memilih mangsanya secara acak.

Sebagai contoh, dalam kawanan rusa, singa akan mengamati anggota yang paling lemah secara fisik. Seperti rusa dengan gen kaki pendek, atau rusa dengan gen tanduk kecil.

Karena pilihan makanannya itu, singa disebut-sebut bisa menyelamatkan generasi mangsanya dari generasi lemah, berpenyakit atau cacat.

Dalam berburu, singa jarang mengganti targetnya.

Hal itu berbeda dengan predator lainnya yang mudah mengganti target.


Singa Tidak Sekuat Harimau

Singa dikenal sebagai hewan yang paling menguasai hutan. Mereka jarang dibunuh oleh hewan lainnya.

Padahal, jika bertarung satu lawan satu, harimau memiliki kekuatan yang lebih baik dari singa.

Harimau Siberia memiliki berat mencapai 933 lbs, sehingga ia adalah spesies yang terbesar dari semua kucing di dunia.

Harimau memiliki panjang maksimal 390 cm sedangkan singa 208 cm.

Harimau lebih kuat dan lebih cepat dari singa.

Kekuatan gigitan harimau hampir dua kali lebih kuat dari singa, yakni 1050 pon per inci persegi (psi). Sedangkan kekuatan gigi singa 650 psi.

Dilansir dari awsfzo.com, harimau memiliki gerakan yang lebih lincah.

Cakarnya bergerak lebih cepat daripada singa.

Hanya saja cakaran singa lebih dalam dari harimau.

Jika satu lawan satu, harimau memiliki kekuatan yang lebih dari singa.

Namun mengapa singa sulit ditaklukan oleh hewan lainnya? Bahkan ia dinobatkan sebagai raja hutan.

Tidak seperti harimau yang hidup soliter, singa hidup berkelompok.

Singa biasa hidup dan menyerang secara berkelompok.

Dalam sebuah kelompok singa, terdapat 3 jantan.

Mereka berburu bersama-sama. Karena itu, singa lebih suka mempermainkan mangsanya.

Singa tidak takut kalah lantaran ada singa lain yang akan mellindunginya.

Berbeda dengan singa yang lebih dulu memainkan mangsanya, harimau lebih serius dalam berburu.

Ia akan menerkam dan membunuh mangsanya dengan cepat.

Pertemuan langsung singa dan harimau pernah terjadi pada tahun 2010 di Kebun Binatang Ankara, Turki.

Harimau diduga menghancurkan pagar pembatas dan bertemu dengan seekor singa yang tidak berkoloni.

Singa tersebut akhirnya mati karena terluka akibat cakaran harimau di pembuluh darah leher.

Insiden serupa juga terjadi pada tahun 1914 di Kebun Binatang Bronx di New York, Amerika Serikat. Hasilnya sama, harimau berhasil mengalahkan singa

Kedua insiden kebun binatang tersebut tentu akan menghasilkan hal berbeda ketika perkelahian terjadi di alam liar.

Para ahli dari Lion Research Center University of Minnesota menyatakan bahwa jika pertarungan satu lawan satu maka pemenangnya adalah harimau. Namun, di alam liar, singa memiliki kekuatan tersendiri karena hidup dengan cara berkelompok.

(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved