Forum Silaturahmi Doktor Indonesia DPW Jawa Tengah Terbentuk
Endang menyatakan bahwa Forsiladi adalah organisasi doktor pertama di Indonesia.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Jawa Tengah (Jateng) dilantik Sabtu, 22 Januari 2022, kemarin di Semarang.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh para Pejabat Pemerintahan dari Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.
Tampak pula para Penasihat dan Dewan Pakar yang turut hadir dan memberikan sumbangsaran bagi pengembangan organisasi baru tersebut.
Pelantika dan sumpah jabatan dipimpin oleh Dr. Endang Samsul Arifin, M.H, Ketua DPP Forsiladi.
Dalam sambutannya, Endang menyatakan bahwa Forsiladi adalah organisasi doktor pertama di Indonesia.
Ia optimis dengan pelantikan maraton di beberapa propinsi ini, Forsiladi akan berkembang dengan cepat dan diperhitungkan.
Ketua DPW FORSILADI Jawa Tengah, Dr Ahwan Fanani, MAg, MSi mengungkapkan harapannya kepada seluruh pengurus yang telah dilantik.
Ia berharap seluruh pengurus melangkah bersama secara sinergis agar mencapai visi dan misi yang dibangun bersama.
"Saya berharap seluruh anggota dapat membangun chemistry dan komunikasi yang baik serta mampu membangun sinergi sebagai kunci untuk kemajuan bersama," katanya.
Ahwan berkeyakinan jika organisasi dibangun di atas semangat kebersamaan dan silaturahmi maka ia akan bertahan kuat.
"Kita disini sebagai satu kesatuan, sehingga sebisa mungkin membangun sinergi. Kekuatan sinergi memungkinkan Forsiladi mampu bergerak dan memberi nilai guna bagi masyarakat Jawa Tengah," ungkapnya.
Forsiladi DPW Jawa Tengah terdiri atas Pengurus Harian dan Departemen-Departemen.
Departemen Sosial, Politik dan Keagamaan (di bawah koordinasi Dr. Achmad Maimun, M.Ag) berfungsi untuk mengembangkan kehidupan sosial dan agama secara harmonis.
Departemen Hukum, Advokasi dan Mediasi (di bawah koordinasi Dr. Junaidi, M.H) berfungsi untuk membangun kultur hukum di masyarakat dan menawarkan penyelesaian konflik alternatif.
Departemen Pendidikan, Penerbitan dan Publikasi (di bawah koordinasi Dr. Aji Sofanudin, MSi) akan banyak menangani upaya pengembangan karir akademisi dan upaya perbaikan kebijakan pendidikan.
Departemen Ekonomi, Kewirausahaan (di bawah koordinasi Dr. Erik Aditia Ismaya, M.A) akan turut mengembangkan ekonomi masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah maupun lembaga ekonomi lainnya.
Pasca Pelantikan, Forsiladi akan segera berkonsolidasi untuk membangun jejaring dan menindaklanjuti masukan-masukan dari Pemerintah Daerah, Dewan Penasehat dan Dewan Pakar ke dalam rumusan Program Kerja.
Program Kerja disusun dan disesuaikan dengan departemen yang ada.
"Program kerjanya tentu akan diselaraskan dengan bidang yang ada," katanya. "Program-program disusun setelah memetakan masalah dan merumuskan langkah strategis."
Untuk saat ini, program kerja kita akan dibahas lebih lanjut karena ini masih tahap pelantikan dan masukan dari dewan pakar dan dewan penasihat.
Berdirinya Forsiladi ini mendapat sambutan hangat dari para Akademisi. Prof. Sucihatiningsih Dian Wisila P, dari Universitas Negeri Semarang, melihat pentingnya memahami dan menyikapi persoalan pembangunan ekonomi.
Prof. Muhamad Murtadlo dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melihat perlunya Forsiladi mengembangkan kapasitas dosen Perguruan Tinggi dan memberikan masukan bagi pendidikan dasar dan menengah.
Sementara itu, Prof. Budiyono Saputro dari IAIN Salatiga mencermati publikasi ilmiah yang masih perlu ditingkatkan, khususnya di jurnal internasional. Prof. Fakhrudin dari Unnes Semarang turut merespon paparan dari pihak Pemerintah Darah.
Pelantikan Forsilasi membuka peluang lain bagi para doktor untuk mengembangkan diri secara sinergis dalam wadah doktor.
Forsiladi Jateng akan mencoba untuk bersinergi dengan berbagai elemen baik dari pemerintah maupun non-pemerintah.
Forsiladi dapat menjembatani permasalahan yang ada khususnya di Jawa Tengah dan memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan Nasional. (rilis/aji)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/forsiladi.jpg)