Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

WAWANCARA  Menteri Luar Negeri : Korsel Antusias Garap Proyek IKN Nusantara

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan negara asing menyambut baik rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

dok kemenpupr
Pemerintah RI telah menentukan lokasi untuk ibu kota baru Indonesia, untuk menggantikan DKI Jakarta yaitu berada di Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNJATENG.COM -- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengatakan negara asing menyambut baik rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Retno bilang negara maju khususnya sudah mengetahui ide pembangunan IKN Nusantara.

Ia menyebut Korea Selatan satu di antara yang paling antusias mega proyek di Penajam Paser, Kalimantan Timur ini.

Menlu Retno pun sudah menjalin komunikasi terkait upaya-upaya kerjasama yang bisa dilakukan untuk proyek IKN Nusantara.

Dukungan dari negara lain tidak lain untuk mewujudkan ibu kota negara baru dengan konsep smart city dan green city.

Berikut wawancara Menlu Retno dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra:

Pemerintah sedang mempersiapkan ibu kota baru di Kaltim, apakah Bu Menteri sering ditanya mengenai pembangunan IKN?

Mereka tahu bahwa ada rencana pemindahan ibu kota. Dan mereka tahu ide besarnya untuk menjadikan kota ramah lingkungan. Smart city, green city dan sebagainya.

Beberapa negara sudah mulai menjalin komunikasi dengan kita bagaimana melakukan kerjasama untuk membuat ibu kota baru yang hijau.

Kalau yang paling antusias negara asing mana untuk menggarap proyek IKN ini?

Ada banyak ya termasuk Korea Selatan. Bahkan Malaysia terakhir mempertanyakan apa yang bisa kita kerjasamakan dalam rencana pembangunan ibu kota baru.

Jadi ada banyak sekali yang tertarik.

Di sosmed gencar menyebut pembangunan ibu kota baru ini untuk kepentingan Republik Rakyat Tiongkok (RRT)? Boleh diklarifikasi bu?

Waduh nggak bener itu. Saya kira kita semua tahu persis bahwa kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, kepentingan negara. Itu tidak akan kita pertaruhkan.

Saya karena lahir dari awal sebagai diplomat maka kami didik untuk membela kepentingan. Setiap kali negosiasi pertanyaan pertama kita selalu kepentingan rakyat kita apa. Itu yang selalu kita perjuangkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved