Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Arisan Online

ARISAN. Aktivitas ini sangat akrab dalam keseharian kita. Secara sederhana, arisan ini sebagai forum menabung.

Tayang:
Penulis: moh anhar | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Oleh Moh Anhar

Wartawan Tribun Jateng

ARISAN. Aktivitas ini sangat akrab dalam keseharian kita. Secara sederhana, arisan ini sebagai forum menabung.

Di kampung-kampung, arisan dijadikan satu forum dalam pertemuan rutin PKK.

Arisan plus pertemuan rutin ini jadi ajang haha-hihi bersosialisasi warga, yang umumnya dilakukan oleh kalangan perempuan.

Arisan bukan hanya di lingkungan PKK. Kegiatan penghimpunan dana ini ada juga yang dilakukan di lingkungan kerja atau komunitas.

Selain membawa manfaat ekonomi, arisan juga mengakrabkan anggotanya.

Era digital, kini merambah aktivitas keseharian. Dan arisan pun kini terhubung secara online. Melalui online, jangkauan arisan ini pun meluas.

Tak terbatas lagi pada orang satu kampung atau satu komunitas. Arisan online ini menghubungkan orang yang tak saling kenal-mengenal.

Lalu, mereka dipertemukan dalam satu wadah arisan online. Arisan online ini terdapat admin atau pengelola. Ia menjadi koordinator semua anggota arisan online.

Biasanya mereka dimasukkan dalam sebuah grup Whatsapp sebagai sarana berkomunikasi dan informasi.

Jarak tak menjadi aral untuk turut saling terhubung, termasuk aktivitas arisan: menyetor uang dan akan menerima uang bila sudah tiba waktunya.

Sayangnya, niat baik dari kegiatan arisan ini dimanfaatkan sejumlah orang untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Pengelola arisan, bila pada awal bisa saja berwajah manis, memberi janji keuntungan besar buat anggotanya. Eh, seiring bergulirnya waktu, pengelola ini lalu bergelagat lupa diri, dan menghilang bak ditelan bumi.

Sementara amanah arisan yang harus ia kelola ditinggalkan begitu saja menggondol uang yang sudah disetor oleh para anggotanya.

Modus yang digalang diantaranya:

para member dijanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. "Rp500 ribu kembali Rp 700 ribu dalam waktu 13 hari. Rp600 ribu kembali Rp 850 ribu dalam waktu 13 hari. bla... bla... bla..."

Modus lainnya berupa lelang arisan. Member bisa mencairkan uang arisan sebelum jatuh tempo.

Pencairan uang arisan ini diberikan oleh member lain yang berminat untuk menalangi.

Bila arisan itu, semisal, jumlah yang harus diterima Rp 10 juta dalam satu periode, maka bila dicairkan sebelum jatuh tempo ia hanya akan menerima Rp 8 juta.

Nah, member lain yang menalangi pencairan ini nantinya yang akan menerima Rp 10 juta, nilai nominal arisan.

Jadi selisih dari pencairan uang arisan ini yang akan menjadi keuntungan member yang memberikan talangan.

Entahlah. Kenapa banyak orang mudah sekali tergiur untuk mengikuti arisan online ini.

Meski, di sejumlah tempat, banyak kasus-kasus arisan online, pengelolanya kabur dengan mengantongi uang ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Apakah mereka tak menjadikan kasus ini sebagai pelajaran?

Apakah mereka tak memahami risiko yang bisa terjadi? Ataukah mereka hanya mengejar keuntungan instan semata?

Dalam pemberitaan Tribun Jateng, sepanjang 2021, kasus ini terjadi Semarang, Demak, Wonogiri, Salatiga, Solo, hingga Jepara.

Bisa jadi ini hanyalah fenomena gunung es, yang tampak sebagin kecil saja.

Patut jadi perhatian, bila anda memiliki dana maka perlu memahami instrumen investasi dan menabung. Lembaga formal, semacam perbankan, koperasi atau baitul mal wa tamwil (BMT) bisa mejadi rujukan. Lembaga keuangan yang legal menjamin adanya perlindungan nasabah.

OJK sebagai lembaga pemerintah dituntut untuk menggencarkan sosialisasi instrumen investasi dan menabung yang aman.

Terlebih instrumen investasi itu beragam, ada saham hingga reksadana.

Sikap berhati-hati dan memahami segala risiko harus dikedepankan.

Syukur, dari dana yang dimiliki itu bisa lebih berkembang bila dipergunakan untuk investasi dengan membuka usaha sendiri, membuka lapangan pekerjaaan, daripada dibawa kabur arisan online yang tak jelas. (*)

Baca juga: Here We Go! Dusan Vlahovic Pindah dari Fiorentina ke Juventus, Morata ke Barcelona?

Baca juga: Ini Besaran Gaji yang Diminta Aubameyang dari AC Milan, Bikin Maldini Keder Boyong dari Arsenal

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Madura United vs PSIS Semarang di BRI Liga 1 Malam Ini, Pembuktian Walsh

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,3 Mengguncang Pangandaran, Terasa Hingga Kebumen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved