Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi

Cerita & Sejarah Tidak Adanya Lantai 13 di Hotel

Alasan utama tidak ada lantai 13, sebenarnya karena adanya triskaidekaphobia, atau ketakutan akan angka 13.

Tayang:
Editor: m nur huda
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Ilustrasi kamar hotel di Kota Solo. 

 

TRIBUNJATENG.COM - Gedung bertingkat terutama hotel sering dijumpai tidak terdapat lantai 13

Pastinya banyak yang bertanya-tanya mengapa tidak pernah menginap di kamar hotel yang ada di lantai 13.

Melansir dari Travel and Leisure, Minggu (30/1/2022), alasan utama tidak ada lantai 13, sebenarnya karena adanya triskaidekaphobia, atau ketakutan akan angka 13.

Seperti yang dilaporkan USA Today, ketakutan akan angka 13 bukan hanya fobia kecil-kecilan yang membuat orang menghindari pergi keluar pada hari Jumat tanggal 13. 

Namun, fobia itu bisa menyebabkan orang menderita kecemasan akut saat mereka datang ke tempat yang berhubungan dengan angka 13.

Melewatkan lantai 13 di suatu gedung atau hotel pun dianggap dapat membantu menyelamatkan pelanggan yang menderita ketakutan khusus ini.

Mungkin memang tampak berlebihan untuk melewatkan seluruh lantai untuk beberapa pelanggan yang ketakutan. 

Akan tetapi, survei yang dilakukan Gallup pada 2007 mengatakan bahwa 13 persen responden mengatakan mereka merasa tidak nyaman tinggal di lantai 13 sebuah hotel.

Memang sesuai dengan pemikiran rasional, hotel dan bangunan yang lebih tinggi dari 12 lantai akan memiliki lantai 13. Namun, banyak hotel mereka memilih menghapusnya. 

Angka lantai 13 digantikan dengan sesuatu yang lain, banyak bangunan di New York City yang menyebut angka 13 sebagai 12B  atau 14A. 

The Atlantic menjelaskan dalam sebuah survei oleh CityReality, menemukan bahwa dari 629 bangunan kondominium yang terdaftar dengan 13 lantai atau lebih, hanya 55 saja yang menyebut lantai 13 sebagai lantai 13

Itu berarti 91 persen bangunan dengan lantai 13 menamainya menjadi sesuatu yang kurang menyeramkan dengan harapan menarik calon pembeli dan penyewa.

Meskipun ini tampak berlebihan, tapi ada baiknya bagi sebuah bisnis untuk tidak mengasingkan 13 persen klien potensial.

Direktur Marriott International, J.W. Bill Marriott Jr., mengatakan kepada USA Today pada 2007, soal angka 13. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved