Hujan Saat Imlek Simbol Keberkahan, Bagaimana Kalau Tidak Hujan?
Sebagian orang menganggap bahwa gerimis yang turun saat Imlek, merupakan keberkahan yang diberikan Dewa.Lalu bagaimana bila tidak ada gerimis atau h
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Bukan tidak mungkin hujan yang turun itu mengganggu seabrek rencana yang sudah kamu susun.
Terpaksa di hari libur Imlek kamu cuma bisa nongkrong di rumah seharian.
Kenyataannya, hujan malah diharapkan selalu turun menjelang dan tepat di Tahun Baru Imlek bahkan semakin deras hujannya semakin bagus.
Perayaan Imlek yang selalu bertepatan dengan musim penghujan bukan tanpa sebab.
Ternyata ada legenda di baliknya yang penting untuk kamu ketahui.
Lantas mengapa hujan menjadi hal yang penting dalam perayaan Imlek?
Ketua Yayasan Kelenteng Kebun Jeruk TITD Low Lie Bio Semarang, Indra Satya Hadinata mengungkapkan, nenek moyang orang Tionghoa bermatapencaharian petani.
Mereka mengandalkan penghidupan murni dari hasil bercocok tanam.
Nah, Tahun Baru Imlek rupanya jadi penanda datangnya musim semi.
"Di Tiongkok yang kala itu mayoritas penduduknya hidup bertani, perayaan Imlek inilah sebagai perayaan musim semi," tutur Indra.
Musim semi membawa kabar gembira dan pengharapan bagi petani.
Pasalnya, di momen ini mereka dapat memulai kegiatan bercocok tanam pasca berlalunya musim dingin yang menyebabkan aktivitas bekerja mereka terhenti.
Meski orang Tionghoa kini banyak yang tak bekerja sebagai petani, mereka tetap melanggengkan tradisi ini.
Indra mempercayai, hujan sebagaimana unsur air, selalu mendatangkan rezeki.
"Air merupakan satu sumber kehidupan. Maka waktu Tahun Baru Imlek sering bersamaan dengan turunnya hujan karena dipercaya membawa rizki bagi orang Tionghoa," katanya.
Jadi, itulah mengapa hujan di Tahun Baru Imlek adalah perlambang akan ada banyak rezeki dan keberuntungan menunggu di tahun baru.
(tribunjateng.com)