Berita Kuliner

Dapur Raos Eco Sajikan Ayam Kalkun Ala ‎Thailand, Satu-satunya di Kudus

Dapur Raos Eco meluncurkan beragam menu olahan ayam kalkun, mulai hari Senin (31/1/2021) kemarin

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Menu di Dapur Raos Eco. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dapur Raos Eco meluncurkan beragam menu olahan ayam kalkun, mulai hari Senin (31/1/2021) kemarin.

Menu ayam kalkun yang ditawarkan punya cita rasa yang jarang ditemui karena dimasak ala Thailand.

Pemilik Dapur Raos Eco, Suyatno menceritakan, menu ayam kalkun bakar ala Thailand dan ayam kalkun sambal bangkok yang belum pernah ada di Kabupaten Kudus.

Sehingga pihaknya tertarik untuk menghadirkan cita rasa berbeda dalam menu olahan itu.

Baca juga: 7 Resep Wedang Jahe yang Lezat dan Kaya Manfaat, Bisa Buat Seminggu

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Clixsense, Nonton Iklan Dapat Bayaran

"Yang membedakan rasa sausnya ala Thailand, tapi tetap bisa diterima lidah masyarakat Kudus," ujar dia, saat ditemui di Dapur Raos Eco, Gang 3, Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Selasa (1/2/2022).

Kebetulan koki yang bertugas untuk memasak di sana punya pengalaman bekerja di restoran Thailand yang berada di Semarang.

Sehingga pihaknya menjamin rasa dan kualitasnya tidak kalah dengan restoran di ibukota Semarang.

"Menu ini dulu pernah booming yang bahan bakunya ayam. Tapi di sini kami menggantinya dengan kalkun," ujar dia.

Harga ‎yang ditawarkan cukup bervariasi mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu untuk ayam kalkuk.

Sedangkan untuk ayam dibanderol mulai Rp 17 ribu per porsi.

"Selain kalkun kami juga menyediakan ayam," jelasnya.

Sementara itu, Chef Dapur Raos Eco, Nur Hasan menjelaskan, ayam bakar kalkun ala Thailand menjadi menu andalan di sana.

Menu ala Thailand itu dinilai sangat cocok dengan lidah masyarakat di Indonesia.

"Rasanya identik, ada pedas dan manisnya. Sehingga cocok untuk lidah orang Indonesia," jelasnya.

Dia juga menghapuskan pandangan ayam kalkun itu keras karena sebelum dibakar sudah melalui proses perebusan.

Sehingga dia memastikan ayam kalkun yang disajikan memiliki tekstur yang lembut.

"Banyak yang bilang kalkun keras tapi ternyata bisa empuk dimakan," ujar dia.

Ayam kalkun yang dipakai usia lima bulan sampai satu tahun sehingga membuat tektur dagingnya lebih empuk.

"Yang dikonsumsi ini ayam kalkun usia lima bulan sampai satu tahun," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved