Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Pedagang Pasar di Tegal Dibikin Bingung Kebijakan HET Minyak Goreng: Realitanya Tidak Begitu

Para pedagang pasar tradisional di Kota Tegal mengaku bingung dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng pemerintah

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Seorang pedagang di Pasar Martoloyo, Kota Tegal, sedang menata minyak goreng kemasan di lapaknya, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Para pedagang pasar tradisional di Kota Tegal mengaku bingung dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Harga eceran minyak goreng diatur agar murah. 

Minyak goreng curah ditetapkan Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Tetapi realitanya, harga minyak goreng sudah mahal dari agen.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria Tanpa Identitas Tertabrak Kereta Api Pengangkut BBM di Tegal, Ini Ciri-cirinya

Baca juga: Prediksi PSM Makassar Vs Persib Bandung BRI Liga 1 2021, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming

Bahkan dari agen minyak goreng masih dijual sekira Rp 19.000 per liter. 

Pedagang di Pasar Martoloyo Kota Tegal, Wiharti (69) mengatakan, harga minyak goreng sudah mahal dari agennya. 

Ia membeli minyak goreng curah seharga Rp 19.000 per liter, kemudian ia jual lagi seharga Rp 20.000 per liter. 

Termasuk minyak goreng kemasan merek Bimoli. Dari agen seharga Rp 19.300 per liter, kemudian ia jual kembali Rp 20.000 per liter. 

"Sudah mahal dari agennya. Minyak goreng Bimoli Rp 19.300 per liter dari sananya," kata Harti kepada tribunjateng.com, Rabu (2/2/2022). 

Harti mengatakan, ada minyak goreng bersubsidi itu merek Fortune. Dari agen seharga Rp 13.000 per liter, kemudian ia jual seharga Rp 14.000 per liter. 

Ia menilai, kebijakan pemerintah justru membuat bingung para pedagang dan masyarakat. 

Harga minyak diminta turun, tetapi dari agennya masih mahal. 

Menurut Harti, semestinya yang ditekan oleh pemerintah adalah agen penjual minyak goreng

Bukan malah dari pedagang kecil yang berada di pasar.

"Bikin bingung, karena harganya beda-beda. Kasihan masyarakat. Pemerintah harusnya bisa mengontrol biar sama semua dari agennya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
Live
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved