Guru Berkarya
Meningkatkan Kedisiplinan dengan Hati dan Aplikasi
Salah satu tugas pokok kepala sekolah adalah melaksanakan tugas manajerial.
Oleh: Bambang Herru Istiyanto SPdSD, Kepala SDN Sidorejo 02 Kec Warungasem Kab Batang
TUGAS pokok kepala sekolah di antaranya melaksanakan tugas manajerial. Tugas di bidang ini berkaitan dengan pengelolaan sekolah agar semua sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Tujuan sekolah tidak akan dapat dicapai tanpa adanya kedisiplinan warga sekolah itu sendiri. Salah satu hal yang dapat dijadikan sebagai indikator tingkat kedisiplinan adalah ketepatan jam masuk dan pulangnya. Seorang kepala sekolah berperan penting dalam upaya penegakan kedisiplinan bagi warga di sekolah yang dipimpinnya.
Menurut Hasibuan (2002) disiplin diartikan sebagai sikap menghormati dan menghargai suatu peraturan yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis dan sanggup menjalankannya serta tidak menolak untuk menerima sanksi-sanksi apabila melanggarnya. Dalam konsep pengertian ini, seseorang telah mengetahui konsekuensi atas perbuatan yang dilakukannya.
Salah satu tujuan dari SDN Sidorejo 02 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang adalah memberikan pendidikan budaya dan karakter bangsa, baik yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran maupun keteladanan perilaku keseharian. Karakter kepala sekolah dan guru akan menjadi teladan yang baik bagi peserta didik di sekolahnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kedisiplinan para guru terlebih dahulu. Meningkatkan kedisiplinan guru dan peserta didik dengan hati dan aplikasi dipilih oleh penulis selaku kepala SDN Sidorejo 02 Kecamatan Warungasem. Kebanyakan manusia lebih tersentuh jika diketuk hatinya. Hati seseorang bisa diketuk salah satunya dengan hati pula. Untuk menanamkan sikap kedisiplinan, perlu diupayakan dengan keteladanan dan pembiasaan dari pimpinannya. Dimulai dari hal paling sederhana hingga hal kompleks. Pembiasaan untuk meningkatkan kedisiplinan dilakukan setiap hari dari pagi hingga pulang sekolah.
Berangkat pagi sebelum jam masuk sekolah, saling mengucap salam, pengecekan suhu badan, dan himbauan mencuci tangan dengan air mengalir adalah upaya yang dilakukan sebagai bentuk pembiasaan di pagi hari. Berbaris rapi sebelum masuk kelas, berdoa, membaca asmaul husna, dan menyanyikan lagu-lagu nasional merupakan pembiasaan yang ditanamkan sebelum mulai pembelajaran. Melalui berbagai upaya pendekatan dengan hati, kedisiplinan guru dan peserta didik sedikit demi sedikit mulai ada perubahan ke arah yang lebih baik.
Selain dengan hati, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan adalah dengan menggunakan aplikasi. Hal ini juga didukung oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Batang yang telah mencanangkan penggunaan aplikasi fingerprint. Fingerprint adalah sistem absensi yang digunakan dalam pencatatan absensi pegawai atau karyawan. Kecurangan absensi akan dapat diminimalisir dengan menggunakan fingerprint karena setiap pegawai mempunyai sidik jari yang tidak sama. Selain itu penggunaan aplikasi ini sangat mudah, hanya dengan menempelkan salah satu jari ke alat fingerprint. Walau tidak dipungkiri bahwa fingerprint juga mempunyai kelemahan, seperti jika terjadi pemadaman listrik dan kesediaan jaringan internet yang memadai.
Pendekatan dengan hati dan aplikasi di SD Negeri Sidorejo 02 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang secara berkelanjutan nyatanya dapat meningkatkan kedisiplinan warga sekolah di SDN Sidorejo 02. Dengan meningkatnya kedisiplinan warga sekolah, tujuan sekolah pun dapat tercapai lebih optimal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bambang-Herru-Istiyanto-SPdSD-Kepala-Sekolah-Dasar-Negeri-Sidorejo-02.jpg)