Wawancara Khusus
WAWANCARA : KH Mahsun Tegaskan NU Konsisten Jaga Keutuhan NKRI
PWNU Jateng yang diwakili oleh Wakil Ketua PWNU, DR. KH. Mahsun Mahfudz berbincang santai bersama Tribun Jateng dalam program Tribun Topic.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
Bagaimana NU menangkal paham-paham intoleransi?
Internal NU sendiri sering kami lakukan adalah penanaman dan peneguhan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah, baik struktural maupun kultural.
Ini selalu kami tekankan, kemudian keberpihakan terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI ini menjadi suatu komitmen yang selalu kami dengungkan.
Di bidang eksternal, kami lakukan upaya supaya kelompok atau saudara sedang menekuni Islam kanan 'ranah radikaime', kita berikan dakwah, arahan, dan bekerjasama dengan aparat jika diperlukan dalam bentuk tindakan.
Kami membantu aparat dalam pencegahan preventif dan tindakan langsung. Salah satu usaha konkrit yang kami lakukan adalah identifikasi masjid-masjid se-Jateng. Mana yang kira-kira terindikasi radikalisme atau tidak, kami sampaikan ke pihak yang berwenang.
Pak Kiai, di Jateng ada berapa pesantren?
Data persisnya ada yang terdaftar resmi di Kemenag dan ada yang tidak. Jumlah pastinya ada di Kemenag.
Di Magelang saja lebih dari 200 pondok pesantren.
Kira-kira diambil rata-rata ada puluhan ribu di Jawa Tengah. Kalau warganya saja di atas 10 juta. Itulah kenapa NU jadi seksi, karena warganya banyak.
Kalau mondok di pesantren dapat apa saja?
Kelebihan yang tidak dimiliki lembaga pendidikan manapun adalah pendidikan akhlak. Itu khas pesantren.
Di mana pendidikan akhlak adalah misi Rasulullah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Itulah yang kemudiam diemban ulama NU diemplementasikan di dalam lembaga pendidikan yang dinamakan pondok pesantren.
Di samping juga dalam rangka taffaqohu fiddiin (pemahaman terhadap agama). Itu yang menjadi pembeda antara lembaga kegamaan pondok pesantren dan tembaga-lembaga lain. Akhlak nomer satu.
Sekarang banyak santri bergelar doktor?
Ini fenomena yang menarik dan membanggakan. Itulah dinamika di dalam NU. Mungkin 50 tahun yang lalu, selalu saja stigma kaum sarungan terbelakang. Sekarang sudah terjawab, itu semua tidak terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dr-kh-mahsun-mahfudz-wakil-ketua-pwnu-jateng.jpg)