Berita Kesehatan
Onani Bisa Menyebabkan Disfungsi Ereksi, Mitos atau Fakta?
Masturbasi atau Onani bagi pria disebut bisa menyebabkan disfungsi ereksi Mitos atau fakta pernyataan tersebut?
TRIBUNJATENG.COM - Masturbasi atau Onani bagi pria disebut bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
Mitos atau fakta pernyataan tersebut?
Melansir dai Kompas.com masturbasi adalah aktivitas seksual yang normal dan sehat dengan sedikit efek samping.
Baca juga: Terungkap Pria Viral Karena Onani Sembari Naik Motor Buntuti Gadis-gadis Pungang Nge-gym
Baca juga: Tidak Hanya Onani Sembari Mengendarai Motor, Pria Ini Juga Melakukannya Sambil Membuntuti Gadis
Baca juga: Not Pianika Lagu Anak Bahasa Inggris Twnkle Twinkle Little Star
Masturbasi dilakukan ketika seorang individu merangsang alat kelamin mereka untuk kesenangan seksual.
Beberapa orang percaya bahwa masturbasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi, tetapi apakah hal ini benar adanya?
Melansir dari Medical News Today, masturbasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi merupakan sebuah mitos belaka.
Masturbasi adalah hal yang alami dan tidak mempengaruhi kualitas atau frekuensi ereksi.
Masturbasi bahkan memiliki manfaat kesehatan.
Menurut Planned Parenthood, masturbasi dapat membantu melepaskan ketegangan, mengurangi stres, dan membantu tidur.
Seseorang mungkin tidak bisa ereksi segera setelah masturbasi.
Kondisi ini disebut periode refrakter pria dan tidak sama dengan disfungsi ereksi.
Masa refrakter pria adalah masa pemulihan sebelum pria bisa ereksi lagi setelah ejakulasi.
Namun, kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi baik saat masturbasi atau saat berhubungan seks mungkin merupakan tanda dari kondisi lain.
Usia adalah prediktor disfungsi ereksi yang paling signifikan.
Disfungsi ereksi umum terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun, dengan sekitar 40 persen terpengaruh sampai tingkat tertentu.