Berita Pendidikan
Ada Apa Saja di Festival Islami SMK Teuku Umar Kota Semarang? Digelar Secara Daring
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teuku Umar Kota Semarang adakan Festival Islami untuk ke delapan kalinya.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teuku Umar Kota Semarang adakan Festival Islami untuk ke delapan kalinya.
Berbeda dengan Festival Islami terdahulu, Festival Islami kali ini diselenggarakan secara daring.
Sebanyak 352 peserta dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se Kota Semarang mengikuti acara ini.
Baca juga: Dong Joo Bohong pada Seo Jung Sinopsis Drakor Dr Romantic Episode 6
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Cerita Kepemimpinan Ali Bin Abi Thalib
Baca juga: Kronologi Prajurit TNI Prada Giyade Ramadhani Terluka Saat Terlibat Kontak Tembak vs KKB
Hal tersebut disampaikan oleh Ricky Wasito, S.Ag., M.Pd., selalu Ketua Dewan Juri.
Cabang lomba antara lain adzan, khitobah, tartil putra, tartil putri, tilawah, sholawat, dan puisi lama.
Adapun semangat yang ingin diusung ialah dengan adanya Festival Islami, bisa meningkatkan semangat belajar bagi siswa dan siswi.
"Ada total 352 peserta lomba yang sudah mempersiapkan diri untuk festival Islami, artinya ada 352 peserta yang belajar tentang agama," ucapnya pada Tribun Jateng, Sabtu (5/2/2022) siang di SMK Teuku Umar.
Ricky menambahkan, sebelum pandemi virus corona, Festival Islami diselenggarakan secara tatap muka.
Peserta memperlihatkan kemampuan aslinya. Saat ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) dengan mengirimkan video rekaman.
Kekurangan dari pelaksanaan lomba daring ialah rekaman ini bisa saja terdapat pengaturan kualitas video maupun audio, namun menurutnya hal tersebut tidak masalah.
Pasalnya target mempelajari ilmu agama para peserta bisa semakin bertambah.
"Sementara ini peserta yang lolos juara 3 besar di tingkat yayasan, namun para kandidat juara paling tidak ada peningkatan kualitas keagamaan mereka," tambahnya.
Ricky menekankan, dengan kualifikasi para peserta, minimal peserta bisa menggunakan keterampilannya untuk adzan di mesjid lingkungan rumah mereka.
Para peserta pun setiap tahunnya mengalami peningkatan kualitas.
HM Faojin, Ketua Pengawas Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang yang juga juri khitobah di Festival Islami menyampaikan apresiasi luar biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sekolah-Menengah-Kejuruan-SMK-Teuku-Umar-Kota-Semarang.jpg)