BI Dorong Pesantren Jadi Penggerak Penguatan Ekonomi Syariah

BI telah menyertakan peran pesantren dalam satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah

Editor: Vito
KONTAN/Fransiskus Simbolon
Gubernur BI, Perry Warjiyo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut pengembangan kemandirian ekonomi pesantren memiliki peran yang sangat penting untuk membangun basis ekonomi nasional yang kuat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, ada tiga prasyarat kemajuan bisnis ekonomi dan keuangan pesantren dengan pendekatan manajemen ekonomi dan bisnis modern.

"Pertama, keuletan dan daya tahan. Kedua, memperkuat jejaring atau silaturahmi bisnis. Ketiga, memperkuat pengetahuan dan pemberdayaan ekonomi pesantren melalui Ekosistem Rantai Nilai Halal," katanya, dalam laman resmi BI, Sabtu (5/2).

Menurut dia, pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif.

BI telah menyertakan peran pesantren dalam satu pilar cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yaitu penguatan ekonomi syariah melalui program kemandirian ekonomi pesantren.

"Program pengembangan kemandirian pesantren diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal," terangnya.

Selain itu, Perry menuturkan, sinergi dan linkage dengan UMKM dan korporasi juga perlu terus dilakukan untuk semakin memperkuat peran pesantren dalam pengembangan ekosistem rantai nilai halal.

Terlebih, kebijakan pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) BI merupakan bagian dari bauran kebijakan BI, termasuk sebagai bentuk respons kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional saat ini.

Dalam upaya mengembangkan EKSyar, BI bersama pemangku kepentingan lainnya akan terus bersinergi dalam membangun rantai nilai halal melalui pengembangan industri halal di sisi input, produksi, proses produksi, dan pemasaran.

"Beberapa inisiatif, kolaborasi, dan sinergi telah dilakukan, termasuk dengan pesantren yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai pelaku industri halal ke depan," terangnya.

Di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, Perry berharap peluncuran program pengembangan rantai nilai halal itu dapat membangkitkan semangat dan optimisme bagi seluruh rakyat Indonesia. (Kontan.co.id/Ferrika Sari)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved