Guru Berkarya

Asyiknya Belajar Lafal Huruf Hijaiyah Bersambung dengan Metode ICM

Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi pembelajaran.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Shafiyani SPdI, Guru SDN 01 Petukangan Kab Pekalongan 

Oleh: Shafiyani SPdI, Guru SDN 01 Petukangan Kab Pekalongan

SALAH satu upaya meningkatkan mutu pendidikan dengan cara memperbaiki proses belajar mengajar. Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi pembelajaran. Oleh sebab itu guru dalam mengajar dituntut kesabaran keuletan dan sikap terbuka di samping kemampuan dalam menguasai situasi belajar yang lebih aktif.

Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika berlangsung dalam kondisi dan situasi yang kondusif, hangat, menyenangkan, menarik dan nyaman. Oleh karena itu, guru harus mampu memahami berbagai strategi mengajar dengan berbagai karakteristiknya, sehingga mampu memilih strategi mengajar yang tepat dan mampu menggunakan metode belajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan maupun kompetensi yang diharapkan. Salah satu metode yang diterapkan dalam pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri 01 Petukangan Kabupaten Pekalongan adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran ICM (Index Card Matc ).

Menurut Hisyam Zaini (2008:66) metode Index Card Macth merupakan metode pembelajaran yang cukup menyenangkan yang digunakan guru dengan catatan, siswa diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu. Sehingga ketika peserta didik masuk kelas sudah memiliki bekal pengetahuan. Fenomena yang terjadi pada proses kegiatan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas 2  SD Negeri 01 Petukangan Kabupaten Pekalongan ditemukan adanya peran siswa kurang semangat dan kurang aktif dalam belajar.

Kegiatan siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan materi dari guru. Hal ini menimbulkan kebosananan siswa dalam belajar sangat tinggi serta penguasaan materi rendah. Akibat dari hal tersebut maka hasil ulangan harian siswa masih banyak yang belum sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Untuk mengatasi permasalah yang ada diperlukan pemecahannya agar siswa dapat terlibat aktif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, agar hasil ulangan harian siswa meningkat. Pemecahan masalah pembelajaran tersebut salah satu solusinya adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode Index Card Match.

Langkah-langkah pembelajaran Index Card Match adalah sebagai berikut: Pertama,  buatlah potongan-potongan kertas sebanyak jumlah siswa yang ada dalam kelas. Kedua, bagilah kertas-kertas tersebuat menjadi dua bagian. Ketiga, pada separuh bagian, tulis pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan yang telah di buat. Keempat, pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat.

Kelima, kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban. Keenam, setiap siswa untuk mengambil satu kertas secara acak. Ketujuh, mintalah kepada peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, mintalah kepada mereka untuk duduk berdekatan. Kedelapan, setelah semua peserta didik menemukan pasangan, mintalah kepada peserta didik untuk membacakan soal yang telah diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal dijawab oleh pasangannya. Kesembilan, akhiri poroses ini dengan membuat kesimpulan.

Pembelajaran dengan menggunakan metode Index Card Match merupakan salah satu metode yang digunakan selama pembelajaran di masa pembelajaran tatap muka terbatas. Di samping dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan materi ternyata metode ini dapat   menumbuhkan kegembiraan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Materi yang disampaikan lebih menarik perhatian peserta didik, menciptajkan suasana belajar yang aktif dan menyenagkan serta mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Lafal huruf hijaiyah bersambung kelas 2 semester 1 tahun pelajaran 2021/2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved